PDIP Update, Presiden Jokowi Serahkan Hewan Qurban, Simbolis oleh Menag Fachrul Razi

0
107
Foto : Prosesi penyerahan hewan kurban milik Presiden Jokowi oleh Menag Fachrul Razi

Jakarta, NAWACITAPOST – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyerahkan hewan kurban. Yaitu untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Tak lain kepada panitia di Masjid Istiqlal, Jakarta pada 30 Juli 2020. Penyerahan hewan kurban secara simbolis. Yang mana dilakukan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang mewakili Presiden dan Wakil Presiden. Secara khusus menyerahkan kepada Imam Besar untuk hewan kurban disembelih dan dibagikan dagingnya. Terutama kepada orang – orang yang berhak. Moment kurban kini diselenggarakan di tengah pandemi Covid 19.

BACA JUGA: Tjahjo Kumolo Reformasi Birokrasi Kualitas Mental SDM, Nawacitapost Selaras Mendukung Penuh

Foto : Prosesi penyerahan hewan kurban milik Presiden Jokowi oleh Menag Fachrul Razi

Menag berpesan agar daging hewan kurban dibagikan sebanyak – banyaknya. Terlebih ditekankan kepada fakir miskin dan yang membutuhkan. Berterima kasih kepada Presiden yang dalam situasi Covid 19 berkenan. Tak lain untuk menitipkan kurbannya di Masjid Istiqlal yang dibanggakan. Untuk diketahui, hewan kurban Presiden yang diserahkan di Masjid Istiqlal adalah sapi berjenis peranakan ongole. Sapi berasal dari Tulang Bawang, Lampung. Memiliki bobot 1.088 kilogram. Selain di Masjid Istiqlal, Presiden juga berkurban di banyak tempat. Turut hadir dalam acara penyerahan hewan kurban antara lain Imam Besar Masjid Istiqlal K.H. Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid.

BACA JUGA: Ulang Tahun Menko PMK Muhadjir Effendy, Nawacitapost Serahkan Cinderamata

Foto : Prosesi penyerahan hewan kurban milik Presiden Jokowi oleh Menag Fachrul Razi

Terlihat suasana berlangsung khidmat. Banyak warga turut serta menyaksikan proses penyembelihan hingga pembagian daging. Pengamanan oleh pihak kepolisian pun terlihat cukup ketat. Memang suasana agak berbeda. Sedikit lengang ketimbang moment Idul Adha tahun – tahun sebelumnya. Lantaran tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid 19. Demikian pun diupdate di sosial media (sosmed) partai PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) pada 30 Juli 2020. Tentunya sekaligus menepis anggapan nyinyir bahwasanya PDIP termasuk komunis. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?