BACA JUGA: Makan Siang dan Arahan Menkumham Yasonna Laoly kepada Manajemen Nawacitapost
Foto : Komisi III DPR RI Marinus Gea dengan management Nawacitapost (Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama, Otoli Zebua selaku Direktur Utama dan Beesokhi Ndruru selaku Direktur)
Sementara, Marinus Gea menyampaikan terima kasih atas keberhasilan Nawacitapost. Nawacitapost bisa eksis sampai dengan beberapa tahun terakhir. Lalu menyikapi kemajuan pesat peningkatan ranking baik nasional maupun internasional kembali memberi dukungan. Termasuk menjembatani dalam pemeberitaan di lingkungan DPR dan MPR (Majelis Pemusyawaratan Rakyat). Marinus Gea juga mendukung Nawacitapost agar memiliki kepedulian dan semangat. Terlebih dalam menciptakan kualitas penyelenggaraan pilkada agar menghasilkan pemimpin yang benar dan berkualitas. Tak lain melalui pemberitaan yang objektif dan berani. Marinus Gea pun berharap Nawacitapost akan lebih maju. Semata – mata agar selangkah lagi menuju prestasi media papan atas. Yang mana ditargetkan akan terwujud dalam waktu dekat. Marinus Gea turut pula berpesan. Jangan lupa menambah Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Tak lain agar setiap konten berita dan tulisan menjadi yang terbaik.
BACA JUGA: Yasonna Maklum Tak Disukai, Utamakan Prinsip Kebaikan Bangsa dan Negara
-
Marinus Gea mengingatkan pula. Pemberitaan - pemberitaan jangan terkesan seakan - akan media salah satu parpol (partai politik). Akan tetapi, tetap menjaga netralitas diantara masing - masing parpol. Faigiziduhu Ndruru selaku Komisaris Utama Nawacitapost menjelaskan sekilas. Sebab Nawacitapost terkesan sebagai lebih identik dengan parpol tertentu. Hal demikian lebih karena Nawacitapost konsisten berpihak. Terutama pada pemikiran – pemikiran nasionalis. Turut membela kepentingan negara melalui penguatan pemahaman tentang Pancasila, UUD (Undang – Undang Dasar) 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Bhineka Tunggal Ika. Pedoman Nawacita adalah 4 pilar tersebut. Tidak berubah meskipun yang lain mengubah. Berbagai diskusi tentang politik baik regional maupun nasional secara khusus dibicarakan dan tidak untuk dipublikasi. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?