Banteng PDIP Semakin di Depan, Terseok PKS, FPI dan PA 212 Layaknya Macan Ompong

0
409
Foto : Lambang PDIP dan PKS

Jakarta, NAWACITAPOST – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berlambang banteng semakin di depan. Lantaran memang selama ini PDIP merupakan partai yang sangat kuat. Seperti dikatakan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya pada 11 Januari 2019 ke awak media. Menyebutkan tiga hal yang menyebabkan PDIP menjadi partai yang kuat sampai kini. Ketiga halnya adalah faktor ideologi atau nilai perjuangan, infrastruktur dan ketokohan. Ideologi PDIP masih kuat sebagaimana dikenal marhaenisme atau partai wong cilik. Ideologi mengakar di pengurus, anggota dan pendukung atau simpatisan PDIP. Tak heran jika di daerah tertentu, pengaruh ideologi PDIP masih kuat di masyarakat. Faktor yang paling penting adalah ketokohan di PDIP. Faktor ideologi dan infrastruktur belum cukup kuat menopang partai jika tidak ada ketokohan. Terutama Megawati Soekarnoputri membuat PDIP tetap solid secara internal dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan efek elektoral kepada PDIP.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Lambang PDIP dan PKS

Sementara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang kalah jauh tidak seperti PDIP. Terlebih PKS malah memilih menjadi oposisi pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi. Menggandeng organisasi masyarakat (ormas) seperti kelompok 212 sebagai penyeimbang pemerintah. Terkesan PKS tidak mempunyai hubungan emosional yang kuat dengan partai oposisi lain. Kesan yang mengemuka pun hanya bersatu sebagai oposisi. Tapi tidak bersatu dalam menentukan arah politik ke depan. PKS bisa saja melakukannya. Terlebih karena melihat peluang yang mana Islam politik belakangan menjadi salah satu kekuatan yang signifikan. Tapi kekuatan PKS belum menandingi kekuatan Islam moderat yang ada di Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah. Diujarkan oleh Boni Hargens kepada awak media pada 16 Februari 2018.

BACA JUGA: Jiwasraya Terungkap, Lawan Jokowi Dipermalukan, Terjadi Kala Pemerintahan SBY

Foto : Ilustrasi Solid PDIP

Sama halnya dengan PKS. Sepertinya FPI dan PA 212 siap terseok. Hanyalah macan ompong. Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai. Disampaikan pada 12 Desember 2019. Ormas FPI dan PA 212 bak macan ompong. Bekingannya pada kabur karena terlibat masalah. Bahkan terhimpit kian dibenci masyarakat akan aksi yang dilakukan. Dikarenakan telah memanfaatkan kekebasan berpendapat demi kepentingan jualan isu agama. Negara yang demokrasi diberikan kebebasan (berpendapat). Akan tetapi kebebasan jangan dimanfaatkan dengan membawa misi – misi tertentu. Yang mana bertujuan ingin memecah belah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). FPI dan PA 212 juga berbeda haluan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU). Menuding FPI dan PA 212 siap dimanfaatkan oleh pihak tertentu dengan bayaran. Tak lain untuk menghadirkan momentum membuat kekacauan. Banyak petinggi FPI memiliki catatan hitam hukum. Tentunya akan dimanfaatkan para pihak yang bermasalah. Adalah pengusaha kerah hitam, yang merampok uang negara. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Peraturan Dibuat Jerat Rakyat, Untuk Anies Tidak