Peraturan Dibuat Jerat Rakyat, Untuk Anies Tidak

0
1272
Foto : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST – Peraturan sepertinya hanya dibuat untuk menjerat rakyat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau Anies membuat peraturan gubernur (pergub) sedemikian hingga dengan dendanya yang luar biasa. Nyatanya malah gubernur yang suka konferensi pers, Anies melanggar sendiri. Tertangkap kamera tidak mengenakan masker saat menggowes. Tepatnya gowes di daerah Bundaran HI pada Minggu 14 Juni 2020. Padahal, sebelumnya sempat menegaskan. Warga yang tak mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah akan didenda sebesar Rp. 250.000. Lantas dirinya sendiri tidak mengenakan masker. Namun sepertinya jeratan tidak berlaku.

BACA JUGA: Golongan Kadrun Viral Cari Panggung, Salahkan Lagu Anak, Lalu Minta Maaf

Foto : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Gubernur Anies membuat peraturan gubernur no 33 tahun 2020. Bahkan Anies memberlakukan surat tilang bagi warga yang tidak menaatinya. Mengacu pada pergub yang sudah dibuatnya. Surat tilangnya mencantumkan beberapa hal. Tidak mengenakan masker. Tidak menggunakan sarung tangan. Suhu tubuh pengendara atau penumpang diatas normal atau keadaan sakit. Roda dua berbasis aplikasi mengangkut penumpang. Sepeda motor mengangkut penumpang tidak satu alamat KTP (Kartu Tanda Penduduk). Kesemuanya tercantum dalam daftar bakal tilang. Disertai aturan denda bagi pelanggar. Berlaku bagi semua kalangan. Tak terkecuali warga yang bepergian menggunakan kendaraan. Pasalnya, Anies bersama Pemprov DKI telah membagikan 20 juta masker kepada masyarakat setempat. Sehingga, tak ada lagi alasan tak mengenakannya.

BACA JUGA: Ganjar dan Khofifah Unggul, Anies Gagal

Foto : Surat Tilang

Publik ramai memperbincangkan, senjata makan tuan. Tapi masih saja gubernur Anies gamblang pandai saja berdalih. Anies justru ngeles disertai dengan alasan membenarkan. Pakai masker kalau duduk, bicara sehari – hari. Kalau naik sepeda ya pakai face shield agar tidak susah bernapas. Padahal kalau sama rakyat, rakyat dibuat harus menerima. Berbagai tempat sering dilakukan razia petugas dengan bawa surat tilang dimaksud. Lantaran memang Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasannya guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid 19. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?