Jiwasraya Terungkap, Lawan Jokowi Dipermalukan, Terjadi Kala Pemerintahan SBY

0
671
Foto : Presiden Jokowi dan Mantan Presiden SBY

Jakarta, NAWACITAPOST – Sepandai – pandainya bangkai ditutupi maka akan tercium juga. Sepandai – pandainya tupai melompat maka akan jatuh juga. Lawan politik dipermalukan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Lawan politik berusaha mengkambinghitamkan permasalahan. Tak lain mengenai Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) atau dikenal Jiwasraya dengan kampanye Jokowi. Dikatakan Jokowi telah mempergunakan dana jiwasraya untuk kepentingan politiknya saat kampanye. Jokowi tidak hanya berdiam diri. Melanjutkan ke tingkat pengadilan Tata Usaha Negara (TUN). Masuknya perkara Jiwasraya ke tingkat pengadilan, membuat tudingan pihak tertentu ke Jokowi terbantahkan. Kini hanya jadi fitnah semata. Jiwasraya merupakan kasus pasar modal. Hanya saja kemudian menjadi gorengan politik. Dikaitkan dengan pemerintahan Jokowi. Dikatakan oleh politikus Gerindra Arief Puyuono pada 25 Juni 2020.

BACA JUGA: Kader Banteng Mulai Marah, Penghujat PDIP Ketakutan

Foto : Jiwasraya

Persoalan penting kasus Jiwasraya yang merupakan masalah hukum, bukan masalah politik. Perlu dibongkar adalah dosa lama Jiwasraya yang kini ditimpakan pada pemerintahan Jokowi. Pemerintahan Jokowi hanya bernasib sial. Karena Jiwasraya sudah busuk sejak lama. Pemerintan Jokowi seperti tukang cuci piring kotor belaka. Yang menikmati makanannya adalah rezim dan komplotan yang lama. Pada tahun 2008, saat pergantian direksi, posisi Jiwasraya sudah minus Rp 5,7 Trilliun. Artinya Jiwasraya sudah rugi sebelum tahun 2008, sebelum direksi baru diangkat. Lebih mengejutkan. Sebelumnya, nama Bakrie Group disebut – sebut dan diduga menikmati investasi Jiwasraya. Jokowi memang sebelumnya sempat menyebut masalah neraca keuangan Jiwasraya. Adalah persoalan 10 tahun yang lalu.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Presiden Jokowi dan Jiwasraya

Wasekjen (Wakil Sekretaris Jenderal) Partai Demokrat (PD) Andi Arief menolak jika pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disalahkan atas persoalan Jiwasraya. Padahal, Jokowi sama sekali tidak menyalahkan. Jokowi bicara tentang fakta dalam dimensi waktu secara objektif. Dari objektivitas, setelah dianalisis dengan cermat dan seksama kepada pihak yang berkompeten. Tentu akan dirumuskan solusinya. Tidak rezim yang disalahkan. Kalaupun ada pihak yang merasa tersentuh dan kemudian reaktif, sama saja dengan menepuk air di dulang. Yang jelas akan memerciki tampang sendiri. Jadi bukanlah soal kambuh atau selera humor. Menilai pernyataan Demokrat justru seolah memerciki tampang sendiri. Tudingan kepada Jokowi seperti mengigau di tengah malam. Dikatakan oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima pada 20 Desember 2019.  (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Naysilla Mirdad, Sosok Darah Manado Sederhana Mempesona yang Selalu Bersyukur