PKS Tidak Berazas Pancasila, Hendak Jadikan Negara Khilafah?

0
2375
Foto : PKS dan Ormas Islam

Jakarta, NAWACITAPOST – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak tegas Rancangan Undang – Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Anggota Baleg (Badan legislatif) DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) Fraksi PKS, Bukhori Yusuf, menyambut positif konstelasi yang terjadi. Pihaknya juga sekaligus menyatakan terima kasih kepada publik yang menolak RUU HIP. Diantaranya penolakan dari sejumlah ormas (organisasi masyarakat) Islam seperti PBNU, Muhammadiyah, MUI, dan FPI. Fraksi PKS di DPR sejak awal telah menyuarakan penolakan terhadap RUU HIP dengan beberapa catatan.  Dalih pada sidang paripurna 12 Mei 2020 lalu, berisi penetapan RUU HIP yang mengabaikan konstitusi TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966. Tak lain tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia dan larangan setiap kegiatan. Yang mana untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran komunisme atau marxisme-leninisme. Bahkan Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengunggah dokumen. Yang mana tidak ada paraf Fraksi PKS yang menyatakan dukungan terhadap RUU HIP.

BACA JUGA: Ganjar dan Khofifah Unggul, Anies Gagal

Foto : PKS dan Ormas Islam

PKS tak mau kompromi soal asas tunggal Pancasila yang diatur di RUU Ormas. PKS menolak tegas klausul yang dianggap bisa membelenggu ormas – ormas Islam. PKS memang secara prinsip tentang azas sudah punya rujukan. Yakni UU tentang parpol, bukan asas tunggal Pancasila. Azas dalam UU Parpol adalah terbukanya asas lain sepanjang tidak bertentangan dengan Pancasila. Klausul yang diatur di RUU Ormas dianggap melenceng dari aturan sebelumnya. Hanya menolak Pancasila dijadikan asas tunggal dalam RUU Ormas. Dikatakan Hidayat Nur Wahid (HNW) pada 19 Juni 2020. Lantas kemudian Ketua Fraksi PKS juga menyambut hangat kedatangan ormas Islam ke gedung DPR dan atau MPR. Ormas Islam yang mana memang menolak RUU HIP beberapa waktu lalu. Diantaranya Ketua Umum FPI Sobri Lubis, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak dan Ketua PA 212 Slamet Maarif pada 24 Juni 2020.

BACA JUGA: Peraturan Dibuat Jerat Rakyat, Untuk Anies Tidak

Foto : Para pendukung PKS

Ketua PA 212 Slamet Maarif menjelaskan. Mewakili 170 ormas aliansi nasional antikomunis. Mengucapkan terima kasih kepada PKS yang sudah menyambut. Memiliki pemikiran sama tentang RUU HIP. Ramai diperbincangkan RUU HIP dimulai saat anggota Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi menyampaikan pandangan mengenai RUU HIP. Menilai DPR sebaiknya mendengar suara penolakan masyarakat untuk tidak melanjutkan pembahasan. PKS mengusulkan RUU HIP sebaiknya dibatalkan. Lalu, Wakil Ketua Komisi VI DPR sekaligus anggota fraksi PDIP terheran muncul penolakan belakangan. Padahal, saat di Baleg fraksi – fraksi di DPR menyetujui RUU HIP dibawa ke paripurna. Hingga dalam rapat paripurna 12 Mei mulus disahkan menjadi RUU inisiatif DPR. Sementara terlihat jelas, langkah PKS jelas menegaskan tidak berazas Pancasila. PKS hendak jadikan negara Khilafah? (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?