Kader Banteng Mulai Marah, Penghujat PDIP Ketakutan

0
3169
Foto : Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri

Jakarta, NAWACITAPOST – Partai berlambang banteng, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak akan tinggal diam. Lantaran semakin banyak orang menghujat. Kader partai banteng adalah golongan komunis. Sementara partainya pun banyak menerima hujatan sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI).  Terlihat dengan maksud terselubung pembakaran bendera yang dilakukan oleh PA 212. Tentu memicu kemarahan kader PDIP. Berlandaskan demo yang sebenarnya hanya ingin menjadi bagian dari provokasi ke masyarakat. Bendera PDIP dibakar saat sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti -Komunis (Anak NKRI) menggelar demo tolak RUU HIP atau Rancangan Undang – Undang Haluan Ideologi Pancasila. Demo dilakukan di depan Gedung MPR dan atau DPR, Jakarta, pada 24 Juni 2020.Ormas yang tercatat masuk dalam aliansi adalah Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Demo bakar bendera PDIP

Saat melakukan aksi, massa pengunjuk rasa membakar bendera palu arit yang identik dengan simbol komunis. Bendera yang dibakar massa berwarna dasar merah. Ada gambar palu dan arit yang saling menyilang di tengah bendera. Pembakaran bendera PKI oleh massa diiringi yel – yel turunkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menilai Jokowi memiliki andil terhadap pembahasan RUU HIP. Pembakaran bendera PDIP berbuntut panjang. Sekretaris Jenderal (Sekjend) PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan. Pihaknya bakal menempuh jalur hukum terkait pembakaran bendera partai berlogo banteng moncong putih pada aksi demo. Megawati Soekarnoputri sebelumnya pun menegaskan. Sampai detik ini tidak ditangkap. Andaikata PKI tentu ditangkap. Sudah tentu juga tidak bisa jadi Ketua Umum atau DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Tahu arti sebenarnya PKI atau tidaknya yang bicara. Salah satu akun medsos milik PDIP @pdiperjuangan mengupdate status foto bendera, logonya dan disertai dengan caption. Indonesia Negara Hukum, Pembakar Bendera PDI Perjuangan, Proses Hukum. Ada pihak sengaja memancing di air keruh, rakyat tidak bisa diadu domba. PDIP sangat menyesalkan aksi provokasi yang dilakukan dengan membakar bendera PDIP. PDIP adalah partai militant. Punya kekuatan gras roots. Kekuatan didedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi, rakyat tidak akan mudah terprovokasi.

BACA JUGA: Peraturan Dibuat Jerat Rakyat, Untuk Anies Tidak

Foto : Akun media sosial (medsos) PDIP

Usai demo, terpantau Nawacitapost pagi ini di media sosial (medsos) tidak tampak lagi hujatan. Justru mendukung PDIP untuk melanjutkan proses hukum. Sepertinya pihak penghujat merasa ketakutan dengan adanya jalur hukum bakal ditempuh. Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi pun berkelit. Pihaknya tak pernah merencanakan pembakaran bendera PDIP. Mengklaim aksi pembakaran bendera PDIP karena spontanitas dari massa yang hadir. Bahkan Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan pun juga membantah keras. Sama sekali tak melihat aksi pembakaran bendera PDIP saat demo berlangsung di depan Gedung DPR dan atau MPR. Padahal jelas nyata bahwasanya pembakaran memang sudah disengaja. Diabadikan oleh pendemo. Videonya memperlihatkan sekumpulan orang membakar bendera PDIP. Asap tebal mengepul ke langit – langit. Massa tampak berhimpitan dan berdesakan. Beberapa diantaranya mendokumentasikan aksi pembakaran bendera dengan ponsel masing – masing. “Bakar bakar bakar PKI, bakar PKI sekarang juga”. Terdengar teriakan massa dalam video yang beredar. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Ganjar dan Khofifah Unggul, Anies Gagal