BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Ketum PPNI, Harif Fadhillah
Harif merupakan bagian penting dalam organisasi perawat, ketumnya. Bertegur sapa pengakraban. Kemudian bertemu lagi pada kegiatan di Lampung. Hotel bersebelahan. Jokowi menyempatkan untuk mampir. Cukup luar biasa hebat ingatan Jokowi soal perawat. Kemudian meminta ajudan untuk menjadwalkan pertemuan kembali selanjutnya. Kemudian tibalah waktu undangan istana. KSB (Ketua Umum, Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum) dan PPNI pada 34 provinsi. Waktu di istana, berdialog lama. Jokowi sangat punya keseriusan. Memperhatikan usulan dan masukan dari pusat dan provinsi. Bahkan, mencatat sendiri dengan laptopnya. Kalau tidak mengerti, Jokowi akan bertanya maksudnya. Kemudian kembali mencatat. Hal demikian tentu merupakan wujud serius dengar aspirasi rakyat. Disana juga menjumpai Jokowi sering mengajak orang kecil ke dalam istana. Begitu terkesan. Kala penerimaan tamu pun Jokowi tidak hanya melakukan sebatas ceremonial. Harus benar – benar ikut mencatat segala diskusi. Padahal kan sebenarnya bisa saja meminta Menteri Sekretariat Negara (Mensetneg) dan ajudannya. Tentu bisa dijadikan trendmark.
BACA JUGA: Bak Buah Simalakama Persekusi FPI Terhadap Masyarakat Batak
-
Sementara melihat orang lain berbicara negatif tentang Jokowi, sepertinya tidak dekat atau kenal langsung. Setelahnya berkesempatan lagi bertemu sampai enam kali. Waktu sebelum dan sesudah kampanye salah satunya. Ada tujuh organisasi profesi dalam pertemuan. Bahkan, Harif diajak ngobrol sama Jokowi paling lama. Bisa hangat akrab berbincang dan berpegang tangan. Ingatannya juga tajam. Kemudian juga Jokowi sangat bersahaja dalam arti apa adanya. Tidak neko – neko. Tidak cari popularitas. Jokowi juga cukup punya ketegasan. Kutipan Jokowi diterapkan PPNI. Yakni semangat gotong royong untuk peduli Covid 19 salah satunya. Semangat diwujudkan dalam pemenuhan APD (Alat Pelindung Diri) dari perawat untuk perawat. Memberikan pengetahuan, sama – sama memahami Covid 19, demikian juga termasuk. Memang karena tidak semua tenaga kesehatan (perawat) paham. Agar nantinya bisa memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat luas. Berharap sinergi dari Presiden Jokowi bersama jajaran pemerintah. Semoga masih ada peluang. Memperhatikan kondisi perawat. Diberi kesempatan berperan dengan jangkauan lebih luas. Salah satunya perawat desa untuk dijadikan program nasional. Selanjutnya bisa jadi agen perubahan sesuai yang diminta Jokowi . Sehingga ada di setiap akar rumput. Dahsyat pengaruhnya.(Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Jokowi Ahok Basmi Mafia Migas Sembari Buktikan Solar Tak Lagi Impor