BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : Presiden Pertama, Bung Karno
Pancasila berisi lima sila. Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga, Persatuan Indonesia. Keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
BACA JUGA: Kuliah Ikatan Kedinasan Poltekip Poltekim Kemenkumham Segera Dibuka, Buruan Persiapkan Diri dan Daftar!
-
Hari lahirnya Pancasila ada tentu saja untuk mengingatkan akan perjuangan Bung Karno. Terlebih dalam perjalanan memperjuangkan kemerdekaan. Perjalanan yang juga menegakkan ideologi Pancasila. Menanamkan sebagai dasar NKRI yang dinamis. Mampu menghimpun segenap tenaga rakyat Indonesia. Bisa mempersatukan bangsa Indonesia. Bukan hanya mencetuskan revolusi dan mengakhiri revolusi dengan hasil yang baik.
BACA JUGA: Yasonna Sembari Lantik Pejabat Eselon II Kemenkumham, Ajak Sukseskan New Normal
-
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sangat apresiasi terhadap Hari Lahirnya Pancasila. Presiden Jokowi mengajak menyegarkan kembali ingatan perjuangan bangsa Indonesia. Menjelaskan pula 129 juta anak muda semestinya bisa mengerti ideologi Pancasila. Tentunya akan berbahaya bagi NKRI. Begitu pun ditegaskan oleh Ketua Umum (Ketum) DPP PDI Perjuangan (PDIP) sekaligus putri dari Bung Karno, Megawati Soekarnoputri.
BACA JUGA: 67 Tahun Yasonna Laoly : Bermakna, Berkesan dan Berpesan bagi Semua. Berikut Testimoni Para Tokoh !
-
Kemudian Menteri PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Tjahjo Kumolo pun menegaskan. Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa dan keyakinan. Semua hanya bisa dipersatukan dengan Pancasila. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Tjahjo Kumolo, Sang Menteri Pujangga Puitis, Kolektor Barang Antik, Doyan Daging Kambing