Foto : Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Nusron Hasa di kantornya

Pekalongan, NAWACITAPOST – Banjir di Kota Pekalongan memang kerap terjadi. Tidak hanya disaat musim hujan saja. Ketika memasuki musim kemarau, ada beberapa daerah yang harus terendam banjir. Hal itu terjadi lantaran rob dari akibat limpas sungai di Kota Pekalongan. Mau tak mau warga Kota Pekalongan harus menerima kondisi yang ada. Oleh karenanya DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan sangat berkomitmen dalam kepedulian terhadap korban bencana banjir. Yang mana belum lama pun terjadi banjir di beberapa wilayah yang notabene permukaan daratan cukup rendah dan dekat dengan pantai atau sungai. Sehingga DPRD bersama Pemerintah Kota berupaya benar dalam masalah banjir ini.

BACA JUGA: Walikota dan Wakil Walikota Tindak Lanjut Surat Gubernur Jateng, Terlaksana Apel Operasi Gabungan

Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan Nusron Hasa menyampaikan ke Nawacitapost pada (08/02/2021) di kantornya. “Banjir di Kota Pekalongan, setahun dua kali yaitu musim hujan dan kemarau karena rob. Barusan kita rapat dengan stakeholder dan dinas – dinas yang terkait hal itu. Tentunya karena kita belum bisa mengupayakan tidak hadirnya air ke daratan maka kita peduli yang sekarang tertimpa kesusahan banjir. Yang tidak bisa masak, tidak bisa apa – apa, dinas sudah membuka dapur umum dan tempat pengungsian,. Kemudian bagi yang tidak sempat mengungsi, yang buka dapur umum sendiri didaerahnya, didrop dapur umum semampunya oleh dinsos,” jelasnya.

BACA JUGA: Dunia Usaha Apresiasi Kebijakan Gubernur DKI, Tidak Terapkan Lockdown Akhir Pekan

Disinggung mengenai partisipasi anggota DPRD terhadap kepedulian ke masyarakat tertimpa kesusahan, Nusron Hasa menjelaskan. Bahwa banyak anggota DPRD yang turut berpartisipasi membantu. “Anggota dewan juga berpartisipasi, bantu ini itu. Rumah anggota DPRD juga ada yang kebanjiran. Banjir ini artinya itu rutin dialami oleh Pemkot, maka kita berharap pemerintah lebih perhatian untuk masalah ini. Tapi saya melihat Pemkot sudah tanggap betul. Kita bersama sepakat menyatakan tanggap darurat. Dalam mengurusi banjir, ada yang dipermudah. Karena memang keterbatasan anggaran memang cukup jadi kendala juga,” akhirinya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

Baca juga :  Keterlaluan, Bikin Malu dan Menghina Pelatih Billiar, Gubsu Edy Dilaporkan ke Polda Sumut

BACA JUGA: Disiplin F. Manao Rasakan Ada Peredaran Narkoba di Kepulauan Nias, Pemda?