Walikota dan Wakil Walikota Tindak Lanjut Surat Gubernur Jateng, Terlaksana Apel Operasi Gabungan

0
192
Foto : Walikota Saelany, Wakil Walikota Aaf bersama jajaran Forkopimda

Pekalongan, NAWACITAPOST – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan sejatinya sangat patuh terhadap instruksi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Yang mana melalui surat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kepada Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan untuk dilakukan peningkatan pendisiplinan dan pengetatan protokol kesehatan. Oleh karenanya terlaksana apel dalam rangka Operasi Gabungan selama dua hari dari 6 hingga 7 Februari 2021. Operasi gabungan melibatkan Satgas Covid Kota, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan sebagainya.

Foto : Apel Operasi Gabungan

Kepala Satpol (Kasatpol) PP Kota Pekalongan, Dr. Sri Budi Santoso mengatakan pada (06/02/2021) ke Nawacitapost di kantor Setda Kota Pekalongan. Dia menjelaskan bahwa operasi gabungan dalam rangka mendukung gerakan provinsi Jawa Tengah. “Dua hari dirumah saja, 6 dan 7 Februari yang intinya melakukan peningkatan pendisiplinan dan pengetatatan protokol kesehatan. Operasi dilakukan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan. Melibatkan kekuatan kurang lebih 200 orang perhari. Kita akan begerak pagi sampai sore dan sore hingga malam.Meliputi 4 jenis aktivitasnya,” katanya.

Foto : Apel Operasi Gabungan

Kemudian Kasatpol PP juga mengungkapkan bahwa adapun 4 jenis aktivitas dimaksud. “Melakukan pengawasan dan pemeriksaan pelaksanaan protokol kesehatan di berbagai objek. Melakukan penegakan hukum terhadap pelanggara berupa teguran, peringatan, penyegelan hingga penutupan kegiatan. Tentu saja dengan melihat jenis pelanggaran di lapangan. Lalu juga melakukan edukasi dalam bentuk pembagian 4000 masker tiap kecamatan selama dua hari yang dibantu oleh Dinas Kesehatan dan Satgas Covid Kota. Ada juga dilakukan pencegahan dan pembubaran kerumunan. Dishub pun melakukan operasi penyekatan perbatasan timur kota. Kendaraan keluar masuk kota diperiksa. Kemudian dilakukan rapid test acak kepada warga yang masuk atau ke luar kota,” lanjutnya.

Foto : Apel Operasi Gabungan

Sri Budi pun lebih lanjut menjelaskan mengenai ada beberapa sasaran pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum protokol kesehatan di Kota Pekalongan. “Cafe, rumah makan dan restoran, PK5, pertokoan, tempat hiburan, objek wisata, tempat atau aktivitas keagamaan, aktivitas olahraga, seni dan budaya, hotel, perkantoran dan sekolah. Selain yang tadi disebutkan juga, dilakukan patroli mobile sekota tiga unsur,” tutupnya. Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz pun menjelaskan bahwa dia bersama jajaran Forkopimda menindaklanjuti instruksi surat Gubernur Jawa Tengah.

BACA JUGA: Wakil Walikota Pekalongan Aaf bersama OPD Monitoring Dampak Banjir

“Ya jadi peningkatan PPM kedua yang tentu saja menindaklanjuti surat Gubernur, kita laksanakan dengan konsekuen tetapi kita harus sesuaikan dengan kearifan lokal. Termasuk kita di ekonomi kan tidak ditutup, hanya pembatasan. Harapan bisa jadi pembelajaran, dengan situasi kondisi begini, berdisiplin dengan protokoler kesehatan. Itu satu – satunya yang bisa mengurangi. Termasuk dimonitoring, diawasi oleh tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Kesehatan serta Dishub dan sebagainya,” lanjut Walikota.

Foto : Apel Operasi Gabungan

Walikota Saelany pun berharap agar ini menjadi suatu pembelajaran bagi masyarakat Kota Pekalongan. “Mudah – mudahan ini sebagai pembelajaran. Tentu agar lebih disiplin diri sendiri kemudian lingkungan dan masyarakat semuanya. Semata – mata dalam rangka mengurangi pandemi yang luar biasa ini. Jadi secara otomatis akan belajar dua hari ini, kedisiplinan akan mengalami peningkatan. Tentu lebih komitmen 3 M. Kami sebagai koordinator, sebagai salah satu pengontrol melalui Forkopimda. Kelanjutannya tinggal bagaimana pak Gubernur. Harapannya sebagai contoh. Selanjutnya disiplin sendiri,” akhirinya.

Foto : Apel Operasi Gabungan

Sementara, Wakil Walikota Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf) disinggung mengenai kondisi lingkungan Kota Pekalongan yang beberapa hari ini pun cukup memprihatinkan. Yakni terlihat di beberapa titik terjadi genangan air yang sebagian juga menyebabkan banjir. “Ini sudah beberapa kali disampaikan himbauan untuk menjaga lingkungan. Bukan hanya musim bencana, musim hujan. Bagaimana kita peduli lingkungan. Membuang sampah pada tempatnya, membersihkan selokan sebulan atau seminggu sekali. Sehingga banjir bisa diminimalisir,” terangnya.

Foto : Apel Operasi Gabungan

Namun, Wakil Walikoya juga mengungkapkan bahwa sampah sering ditemukan dibuang tidak pada tempatnya alias buang sembarangan. Lalu juga ditemukan lebih banyak sampah rumah tangga yang berserakan. “Justru sekarang juga masih banyak sampah rumah tangga. Jangan sembarang buang sampah. Ada beberapa genangan ini yang disebabkan air hujan. Ada beberapa permasalahan. Karena kali atau sungai kita sudah limpas. Mau disedot dibuang ke sungai itu tidak mungkin. Memang musim hujan masih tinggi. Dini hari sampai sekarang pun masih terjadi,” tukasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Sekjend FORNISEL : Kepulauan Nias Darurat Narkoba, Serukan Ormas, LSM dan Instansi Jangan Kendor Berantas