Dunia Usaha Apresiasi Kebijakan Gubernur DKI, Tidak Terapkan Lockdown Akhir Pekan

0
159
Foto : Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST – Dunia usaha lebih tepatnya pelaku usaha memberikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan yang tidak mengikuti jejak Gubernur Jawa Tengah. Yang mana menerapkan Gerakan Dirumah Aja pada Sabtu Minggu atau Lockdown setiap akhir pekan. Sarman Simanjorang yang merupakan salah satu pelaku usaha sekaligus Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) DKI Jakarta sangat menyambut hangat keputusan dari Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, dinilai bahwa Gubernur Anies peduli terhadap pelaku usaha khususnya yang ada di Provinsi DKI Jakarta.

Foto : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

“Ini suatu keputusan yang sangat bijak mengingat keberadaan Jakarta sebagai kota jasa. Dimana ekonomi Jakarta digerakkan berbagai usaha sektor jasa yang setiap akhir pekan aktivitasnya sangat tinggi. Wacana akan diterapkannya lockdown akhir pekan sempat membuat pelaku usaha khawatir dan galau. Mengingat penerapan PSBB yang diperketat saja, sudah membuat omzet pelaku usaha turun tajam. Apalagi kalau setiap akhir pekan ada larangan keluar rumah akan membuat pelaku usaha semakin terpuruk dan frustasi,” kata Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta.

Foto : Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang

Sarman juga menegaskan bahwa pengusaha merasa lega dan semakin semakin semangat mendengar pengumuman langsung yang disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta. “Dengan adanya pengumuman langsung dari Gubernur DKI Jakarta pada hari Jumat 6 Januari 2021 yang memastikan tidak akan menerapkan lockdown pada akhir pekan di Ibukota untuk menekan penularan Covid 19, membuat pengusaha lega dan memiliki semangat untuk bertahan. Pak Gubernur memberikan sedikit nafas bertahan bagi pengusaha mall/pusat perbelanjaan, pusat perdagangan, hotel, restoran, mini market, warung, transportasi, pengelola gedung pertemuan, EO, pedagang pasar, bengkel mobil dan motor serta UKM lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Musrenbang Pekalongan Selatan Tampung Usulan Masyarakat

Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta pun menambahkan bahwa kesemua jenis usaha disebutkan merupakan usaha yang menggerakkan ekonomi Jakarta ditengah pandemic covid 19. “Pak Gubernur dapat merasakan psikologi pengusaha saat ini yang sudah sangat diujung tanduk. Karena sudah mendekati setahun aktivitas usaha dan bisnis stagnan dengan berbagai kebijakan pembatasan. Setidaknya ada sedikit harapan meraup omzet di akhir pekan ditengah pembatasan jam opersional yang ada untuk menyambung nafas usaha dalam rangka untuk mampu bertahan sambil menuggu badai Covid 19 berlalu. Banyak pelaku usaha yang berinovasi<” paparnya.

BACA JUGA: Walikota dan Wakil Walikota Tindak Lanjut Surat Gubernur Jateng, Terlaksana Apel Operasi Gabungan

“Yang tadinya di bisnis travel atau pedagang fashion membuka usaha kuliner atau menjual makanan dan minum. Dan omzet mereka lumayan meningkat setiap akhir pecan. Bisa dibayangkan jika lockdwn diberlakukan akhir pekan. Selama ini pertumbuhan ekonomi Jakarta selalu diatas rata – rata pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi sebagai dampak Covid 19, ekonomi Jakarta terjun bebas dengan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi. Bahkan pada kuartal II-2020 minus 8,22% dan kuartal III-2020 menguat minus 3,82%. Untuk kuartal IV-2020 yang baru saja dipublis BPS DKI Jakarta menguat minus 2,14%,” lanjut Sarman memaparkan.

Foto : Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang

Sarman Simanjorang pun menjelaskan lebih lanjut. “Dengan demikian secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Jakarta selama Januari – Desember 2020 minus 2,36% sedikit diatas pertumbuhan PDB Nasional minus 2,07%. Sebagai kota jasa ekonomi Jakarta sangat tergantung terhadap pergerakan manusia. Semakin banyak manusia bergerak bebas di Jakarta maka peluang terjadinya transaksi ekonomi semakin besar. Sebaliknya jika pergerakan manusia dibatasi maka ekonomi Jakarta akan stagnan,” imbuhnya.

Foto : Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang

“Jika pertumbuhan ekonomi nasional 2021 ditargetkan  dikisaran 4,5-5,5%, dengan melihat pertumbuhan ekonomi Jakarta selama ini, selayaknya target pertumbuhan ekonomi Jakarta tahun 2021 diatas target pertumbuhan ekonomi secara nasional diatas, dikisaran 5.00 -6.00%. Namun melihat partumbuhan ekonomi Jakarta yang masih terkontraksi pada kuartal II, III, I 2020 serta laju penyebaran Covid 19 yang masih tinggi, ada rasa pesimis bisa tercapai,” lanjut Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta.

Foto : Ketua HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang

Sarman meyakinkan masyarakat khususnya para pelaku usaha jika program vaksin berjalan lancara dan ada dukungan peran serta yang saling sinergi maka akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan. “Namun jika program vaksin Covid 19 berjalan lancar serta didukung dengan peran serta masyarakat Jakarta yang semakin disiplin melaksanakan  protokol kesehatan maka terbuka peluang Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang lebih longgar sehingga berbagai aktivitas dunia usaha dan masyarakat normal kembali dengan demikian partumbuhan ekonomi Jakarta dapat positif dan keluar dari resesi,” pungkasnya.  (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Sekjend FORNISEL : Kepulauan Nias Darurat Narkoba, Serukan Ormas, LSM dan Instansi Jangan Kendor Berantas