Foto : Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan konferensi pers
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Tim TGUPP alias Tim Percepatan Presiden membuat Anies sudah merancang promosi dan ajakan Jakarta Memanggil. Sebagai himbauan untuk warga DKI Jakarta membantu Pemprov (Pemerintah Provinsi). Anies ikut serta dan turut menjadi jubir dalam panggung konpersnya untuk mendukung gerakan. Gerakan bertujuan tak bukan dan tak lain untuk menambal sulam. Yang mana menitikberatkan pada kekurangan bantuan yang harus diupayakan Pemprov ke warganya.
-
BACA JUGA: Ketum PPNI : Mari Peringati 12 Mei, Menengok Jasa Garda Terdepan
Bisa dibayangkan. Dalam website Jakarta Memanggil, ada ajakan kepada warga DKI Jakarta. Menyumbang sembako sampai Alat Pelindung Diri (APD). Aneh apa tidak ya? Selama ini, Jakarta dilimpahi kas APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang fantastis. Tapi, dinilai tak pernah dipergunakan secara nyata untuk rakyat. Giliran tak becus dalam mengelola keuangan sampai menimbulkan defisit parah, baru mengemis ke warganya. Anies justru sontak mengambil langkah yang lebih hebat dan luar biasa pula. Mengandalkan jurus berbahasa Inggris. Meminta bantuan ke dunia Internasional. Padahal, dunia Internasional pun masih disibukkan urusannya masing – masing, khususnya pandemi Covid 19.
-
Ketika seruan Jakarta Memanggil menggema, muncul sosok pejabat pusat yang sudah merespon langsung. Bahkan, mewakili Presiden Joko Widodo ikut blusukan dan melakukan aksi sosial bantuan secara nyata dan masif. Siapakah sosok yang dimaksud? Ya sosok yang dikenal dengan Mensos, Juliari P. Batubara atau disapa Juliari. Aksinya mengingatkan akan gaya blusukan yang gencar dan peduli ala Jokowi. Memang dirasa tepat, Jokowi menunjuk Juliari sebagai Mensos. Mampu mengisi kevakuman di tengah lapangan, khususnya DKI Jakarta. Terlihat sebaliknya memang Anies lebih memilih berjumpa dengan Fadli Zon. Ditambah, rajin konpers hampir tiap hari. Bisa terbaca pula dalam cuitan Fadli Zon. Yang mana cuitannya memamerkan kunjungan Anies untuk melihat barang pusakanya.
-
Terkuak dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) pada Rabu, 6 Mei 2020. Mensos menyatakan sudah memeriksa 15 titik penyaluran bansos (bantuan sosial) di DKI Jakarta. Sibuk juga mengunjungi daerah lain diluar Jakarta. Yang mana memang harus pula turut diperhatikan. Terlihat pada sosmed (sosial media) yang berseliweran. Tak ada istilah untuk melempar atau mengabaikan tanggung jawab. Apalagi sampai menelantarkan warganya. Bahkan sampai melakukan PHP (Pemberian Harapan Palsu). Tanpa drama, retorika dan banyak berkoar. Juliari sudah blusukan ke banyak titik dan pelosok Jakarta. Menemui warga satu persatu. Juliari juga menelusuri sampai ke berbagai gang.
-
BACA JUGA: Terbukti Hasil Swab Warga Binaan Negatif Covid 19
Banyak warga bersyukur akan kehadiran sosok Juliari yang diluar dugaan. Menjawab seruan keputusasaan dari Anies dan TGUPP. Juliari pun dapat menemukan fakta tumpang tindih data bansos Pemprov dan Pempus (Pemerintah Pusat). Sementara, disayangkan beberapa anggota partai tertentu hanya menyerang tanpa melihat fakta secara langsung. Tidak pula mengecek situasi kondisi (sikon) di lapangan. Terbilang pencitraan yang basi. Mensos secara tidak langsung menguak borok tata kelola kebijakan pemerintahan Anies. Yang mana bisa dibilang amburadul. Menang besar dalam pembualan tapi nol dalam praktiknya. Dana untuk membantu rakyat tidak ada. Melempar tanggung jawab ke Pempus.
-
BACA JUGA: GBK, Ikonik Termegah Asia Tenggara
Ada satu peristiwa mengharukan ketika Juliari datang ke Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Menjawab kebutuhan dan penderitaan warga. Memberikan bansos kepada seorang nenek berusia 67 tahun. Bernama Yuliar. Menemui dan sempat berbincang ramah dengan Yuliar. Yuliar, warga RT 12 RW 01 Kelurahan Cipete Utara. Nenek kelahiran Padang mengaku tidak bisa berjalan normal sejak dua tahun lalu. Sudah lebih dari 50 tahun tinggal di Ibukota. Yuliar juga sudah lama hidup tanpa hadirnya sosok pencari nafkah. Yuliar tak bisa berjalan normal karena sakit. Yuliar terkejut dan tak menyangka akan didatangi oleh Juliari. Tepatnya kerumah Yuliar yang sangat sederhana. Diakui baru pertama kali bertemu dengan Menteri. Yuliar sangat apresiasi Juliari. Dinilai bisa berbaur dengan siapa saja khususnya rakyat kecil. Bisa berbagi pula. Berharap agar langkah kecil bernilai besar demikian bisa terus dilakukan. Tidak hanya saat ada bencana pandemi. Bisa terus perhatian ke rakyat kecil. (Ayu Yulia Yang)
Sumber beriita : seword.com