Baca Juga : GAR ITB Laporkan Din Syamsuddin
Eko Kuntadhi menyebut Yahya Waloni pendakwah yang selalu berbuat ulah. Kali ini anjing sengaja ditabraknya. Yahya, jelas-jelas menceritakan perilaku biadabnya, dihadapan para pendengarnya.
Menurut kisahnya, Yahya sengaja menabrak seekor anjing dalam perjalanan ke Riau. Eko membayangkan sosok lelaki seram seperti Yahya lagi menyetir mobil, lalu ada anjing menyeberang, bukan mengerem mobil yang dilakukan malah pedal gas yang diinjak. Anjing itu tulangnya remuk, dan tak mampu berdiri lagi.
Baca Juga : Meredam Latihan Teroris, Korem dan Polda Perlu Ada Di Kepulauan Nias
Yahya Waloni bangga menceritakan kebiadannya itu dihadapan pendengarnya. Ceramah atau dakwah Yahya Waloni memang hanya berkutat pada kebencian ajaran agama lamanya dia. Sepertinya, rasa berbeda disertai kebencian menempel kuat pada diri Yahya Waloni. Hanya itu modal jualan ceramahnya yang kerap didengungkan.
Eko Kuntadhi
Eko Kuntadhi menegaskan, ceramah yahya Waloni yang selalu mengubar kebncian kepada umat agama lain jangan menjadi kebanggaan umat Islam. Yahya tak pantas dan tak layak disebut sebagai pendakwah yang menyuburkan kesejukan toleransi Bhinike Tunggal Ika dan menebarkan kasih. Lebih tepatnya dicap sebagai penceramah bersosok psikopat, tegas Eko yang ditujukan ke Yahya.
Psikopat kepada Yahya Waloni tepat disematkan, karena deretan kebenceian yang berjejer pada diri dan ucapannya. Yahya menyebut Megawati supaya cepat mati, lalu Tuan Guru Bajang (TGB) Gubernur NTB 2008 -2013, dan 2013 -2018, dikatakan sebagai Tuan Guru Bajingan (TGB), padahal secara ilmu dan kerafian berdakwah jauh banget anytara TGB dan YW, bagaikan lagit dan comberan, tandas Eko penggiat media sosial dan pengamat sosial politik Indonesia yang juga penulis buku “Para Penyembah Petromaks.”