Jakarta, NAWACITAPOST. COM – Presiden Jokowi dalam sambutan diberbagai acara partai (Gerindra, Hanura, Bulan Bintang, Golkar, PKB, PPP, NasDem, dan PSI) kerap menyebut nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, dan nama lainnya.
Baca Juga : Puan dan Moeldoko Sesuai Kriteria Capres 2024 dari Pena 98
Mungkin hanya Puan dan Moeldoko, Jokowi jarang menyebut. Hanya Jokowi yang tahu alasannya, tetapi menurut pemerhati politik nusantara Faigiziduhu Ndruru (FN), ketika ditemui nawacitapost.com, di sebuah café kawasan Jakarta Timur, Senin siang (20/2/2023).
“Kalau soal Puan, saya belum tahu mengapa Presiden Jokowi jarang menyebut, tetapi untuk Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, karena biasanya yang penerus itu memang tidak pernah disebut diberbagai ruang publik,” mungkin itu pertimbangannya jelas FN.
Masih kata FN, KSP Moeldoko sosok yang layak menjadi penerus Jokowi bukan pengganti Jokowi. Sebab, mantan Panglima TNI ini selalu bekerja di lingkungan (baca ; program-program yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi selama dua periode), ujarnya.
Bahkan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ini, gayanya dalam bekerja sama dengan Pak Jokowi, atau bisa disebut juga loyalis pemerintahan Presiden Jokowi, yang ukurannya menjabat KSP (jabatan strategis dan penting) hingga sampai saat ini, ucap FN.
Jadi itu cukup bukti bahwa Moeldoko sebagai kader bangsa yang loyal kepada pemerintah khususnya kepada Jokowi, dimana dua periode dipercaya sebagai KSP, dengan melakukan berbagai tugas fungsinya, mengenalkan, memastikan dan mengendalikan agar program-program Presiden Jokowi terlaksana sesuai harapan, hambatan selalu ada, tetapi di tangan KSP Moeldoko yang selalu turun ke bawah, maka semuanya bisa teratasi secara happy.
Pembenahan menjadi hal yang harus dikakukan Moeldoko bersama tim, tanpa merugikan pihak-pihak lainnya.
Hal itulah yang diharapkan Presiden Jokowi. Sehingga, tidak mudah bagi siapapun untuk mendapatkan kepercayaan seperti yang didapatkan Moeldoko dari Jokowi, karena itu maka semua memang menduga bahwa Jokowi menyimpan ini yang menurut menurut banyak orang menyimpan sosok sebenarnya dimana akan ditampilkan pada saatnya menurut banyak orang adalah Moeldoko karena orang yang dipercaya dalam waktu yang sangat lama dan dijabatan yang strategis (baca ; KSP), tuturnya.
Soal kepedulian orang miskin, Moeldoko bukan bertanya tetapi menjawabnya dengan berbuat yang maksimal atau optimal. Kepedulian itu didasari, pada Moeldoko yang memang berasal dari keluarga petani miskin di sebuah desa Provinsi Jawa Timur, urainya.
Hal itu juga berkaitan dengan sosok Moeldoko kecil hingga sampai saat ini menjadi kader NU, yang selalu melaksanakan ajaran leluhur NU, salah satunya Gus Dur. Maka itu menjadi modal dasar baginya, untuk bergaul akrab dengan Muhammadiyah. Yang mana NU dan Muhammadiyah adalah organisasi massa Islam terbesar yang tetap mempertahankan NKRI dan Pancasila, tegasnya.
Pada suatu peristiwa, di bulan Oktober 2021. Ketika aliansi BEM SI melalukan aksi di depan Istana Merdeka, Moeldoko datang dan berdialog dengan aksi masa BEM. Keberanian dan tindakan Moeldoko berdialog dengan aksi masa itu, mendapat apresiasi luar biasa dari anggota DPR - Fraksi PKB yang juga aktivis NU Luluk Nur Hamidah.