Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Soal Capres 2024, NasDem, PKS dan Demokrat telah sepakat, menyetujui nama Anies Baswedan. Namun soal Cawapres, terjadi perebutan. PKS dan Demokrat sama-sama ingin menjadi pendamping Anies.
Baca Juga : Usung Anies Baswedan Capres 2024, Membuat Demokrat dan PKS Dipaksa Nasdem Merapat
Sebelumnya, saat penutupan Rakernas NasDem, Jumat 17 Juni 2022. Surya Paloh (SP) mengumumkan 3 nama Bacapres; Anies Baswedan, Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo.
Tiga (3) nama bacapres yang diucapkan SP, saat rakernas tersebut. Hanya nama Anies yang melenggang mulus. Andika dan Ganjar tak disebut lagi oleh SP, pada deklarasi bacapres di Ballroom NasDem Tower, Jakarta pada Senin 3 Oktober 2022.
Beranjak dari Deklarasi itu, SP pun merasa percaya diri, dan berjalan mulus. SP pun mempersilahkan Anies mencari pendampingnya.
Namun, apa yang terjadi? Kunjungan Anies ke Demokrat dan PKS. Kedua partai itu, menginginkan menjadi Cawapres.
Akibatnya, deklarasi yang digelar 3 partai pengusung Anies, pada 10 November 2022, tak jadi terlaksana.
Menurut pengamat, rebutan Cawapres antara PKS dan Demokrat, Nasdem telah gagal.
Kini, Nasdem melakukan cara lain. Anies pun diperintah SP, untuk bertemu Wali Kota Solo, Gibran. Anies pun melakukan titah dari SP.
Akal bulus, yang dilakukan NasDem melalui Anies bertemu Gibran, dicurigai pengamat, sebagai upaya memecah belah PDIP.
Mungkin bagi SP, Anies tak jadi Capres 2024, yang penting PDIP tak lagi partai pemenang Pileg apalagi Pilpres 2024