Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Partai berlabel atau berbasis agama di seluruh negara di dunia pasti ada, tak terkecuali Indonesia, tetapi, partai itu, tetap mengacu pada ideologi negara tersebut.
Baca Juga : Ditangkap Polisi, Graca Natalie : Relawan Anies Diduga Turut Keroyok Ade Armando
Di Eropa pun, yang terkenal demokratis sekalipun, ada partai mengindentifikasikan dirinya sebagai partai Kristen, partai Buruh, dan lain-lain. Hal itu dibenarkan, dan sah sepanjang partai tersebut memenuhi ketentuan konstistusi kepartaian.
Demikian juga dengan di Indonesia, ada partai yang menamakan dirinya partai berlabel Kristen, Islam dan sebagainya. Semua (partai berlabel agama) penamaan tersebut tetap dibenarkan dalam konteks demokrasi.
Bahkan, terkait itu ada sejumlah pengamat yang menyebutkan koalisi partai Islam dan nasionalis atau dengan yang lain. Itu semua tidak salah, dan tidak ada yang yang menuduh itu politik identitas seperti yang di tuduhkan kepada Ade Armando dalam pandangannya tentang Pilpres 2024, yang akan datang, dengan menyebut jika suara kristen terpecah maka Anies menang.
Pada tersebut, Pemerhati Politik Nusantara Faigiziduhu Ndruru ketika ditemui Nawacitapost.com, Jumat pagi (11/11/2022). ”Apa yang disampaikan Bung Ade Armando dalam pemaparan di Chanel Youtube Cokro TV, tidak ada kalimat yang mengatakan orang Kristen jangan pilih Anies, karena dia beragama Islam. Jika itu yang dikatakan BungAde Armando, maka tidak tepat karena bermakna politik identitas,” tuturnya.
Jadi dari konteks tersebut tidak ada yang salah dan justru memberi pahaman agar kita lebih dewasa dalam menyikapi cara berdemokrasi agar tidak salah memilih, tandasnya.
Justru, mereka yang menyalahkan hal tersebut, sebenarnya secara tersembunyi menggunakan politik identitas, dengan cara yamg salah. Yakni memunculkan kelompok identitas seperti dengan mengatakan Uskup mendukung dengan penyematan penghargaan sebagai tokoh toleransi, ungkapnya.
Bahkan, pernyataan kubu Anies Baswedan yang mengklaim Masyarakat Umat Kristen Indonesia (MUKI) mendukung Bacapres Partasi Nasdem, ternyata dibantah oleh MUKI. Mari kita dewasa berdemokrasi, pinta Faigiziduhu Ndruru.