Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Ketua tim Juri nasional Nawacita Awards (NA) Ade Armando (Akademisi FISIP UI) dengan anggota Sarman Simanjorang (Wakil Ketua Umum KADIN), dan Agustus Gea (Pengamat Hukum), telah menetapkan 27 penerima NA, yang terbagi dalam 9 kategori, dan masing-masing kategori ada 3 yang menerimanya.
Baca Juga : Pembina Media Nawacita Indonesia Yasonna Laoly Mendukung Penuh Perhelatan Nawacita Award 2022
Salah satu kategori itu bidang Pertahanan dan Keamanan ; Menhan Prabowo Subianto, Menkopolhukam Mahfud MD, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.
Karena kesibukan atau tugas negara yang padat, Jenderal Andika Perkasa belum bisa menghadiri anugerah penerima NA di Hotel JS Luwansa, Jumat (28/10/2022).
Namun, kemarin (Jumat sore, 4 November 2022) KSAD ke-32 (22 November 2018 -17 November 2021, Jenderal Andika menerima tim Nawacita (PT MNI) di Subden Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Tim Nawacita yang terdiri dari Dirut PT Media Nawacita Indonesia Otoli Zebua, dan Komisaris Utama Fagiziduhu Ndruru, serta beberapa rekan PT MNI, berkesempatan berdiskusi perihal pertahanan dan keamanan dalam konteks kebanggaan sebagai anak bangsa.
-
Berikut ini, wawancara eksklusif Kornelius Cek Fakta (KCF), dengan Panglima TNI ke-21 Jenderal Andika Perkasa (AP) di ruang kerjanya, Subden Medan Merdeka Barat, Jumat petang (4 November 2022).
KCF : Bagaimana perasaan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa setelah menerima Nawacita Awards
AP : Pertama saya ini kaget, karena sangat tidak menyangka, dan bahkan saya ingin mengatakan apa adanya, saya justru bertanya pada diri saya, apa pantas saya menerima ini? Ini terlalu tinggi, karena selama ini, hanya menjalankan tugas pokok saya saja, bahwa kemudian terus dianggap mendapat award ini, waduh, jauh di atas harapan saya, sama sekali saya tidak berpikir ke situ, tapi yang jelas saya merasa, tersanjung sekali dan merasa terhormat, tim Nawacita (baca melalui juri yang diketuai Ade Armando) memberikan penilaian untuk bidang pertahanan dan keamanan.
Intinya saya berusaha membuat, dari segi keamanan nasional, bahwa negara kita harus semakin kuat, tetapi secara realistis.
Artinya realistis, kalau kita bicara kuat kan, macam-macam, kita harus punya segala macam, dengan begitu kita siap menghadapi siapa saja, tetapi di lain sisi kita memang harus hidup dalam realistis, dan realitanya (keuangan negara APBN) memang memberikan yang terbaik sebenarnya, walaupun dalam presentasi GDP, anggaran militer negara kita besarannya hanya 0,9 persen.
Bagi saya, yang paling penting adalah konsistensi, ternyata pemerintah sudah konsisten dengan cara memberikan anggaran pertahanan yang persentasenya sedikit sedikit terus naik,
walaupun kalau dibandingkan (kita kan biasanya suka membandingkan negara lain, banyak negara (tidak semua) yang persentase dari GDP anggaran pertahanan itu di atas 1 persen lebih, tap ikan menurut saya itu tidak perlu kita diskusikan lagi, karena yang terpenting pemerintah sudah memberikan yang terbaik, sebab pemerintah kan punya prioritas misalnya untuk Kesehatan, Pendidikan, sehingga gak bisa juga kami (TNI) egois, karena kalau kita mau kuat maka kita harus mendapat anggaran pertahanan lebih besar, ya itu keinginan semuanya, tapi kita juga harus memahami, sebagai bagian dari tim, saya melihat diri saya sebagai bagian dari tim work pemerintah, bagian dari tim work adalah bagaimana kita mewujudkan dengan anggaran yang ada, yang sudah diberikan pemerintah mewujudkan seoptimal mungkin, saya merasa saya harus berpikir, kreatif bagaimana caranya, padahal kalau diikutin kan gak cukup, misalnya kita punya kapal (AL) ratusan, maunya kita punya kapal induk, freegat, dan macam-macam lah, tapi kan menurut saya kita juga punya cara lain, saya sudah berusaha keras untuk menemukan jalan menuju ke Roma kan, tidak hanya satu jalan, kan begitu, saya merasa sudah berusaha keras untuk menemukan jalan itu, yaitu dengan cara kita bekerja sama dengan negara-negara tetangga.
KCF : Nah itu yang menarik, di zaman Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, kerjasama militer khususnya USA (Amerika Serikat) luar biasa, bagaimana bapak melakukan hal itu, sehingga militer USA itu sering berkunjung, bahkan bapak sering ke sana (USA) ?
AP : Sebenarnya Kerjasama TNI bukan hanya dengan Amerika Serikat tetapi cukup banyak kita melakukan Kerjasama, yaitu kita buktikan tahun ini, 13 negara Latihan militer dan baru pertama kali (multilateral), Kita (TNI) sebagai host ada 13 negara yang bergabung, jadi bagi saya itu adalah suatu prestasi berupa pengakuan dari 13 negara itu mereka ingin kerjasama pertahanan keamanan di Indonesia.
Jadi dari situ mereka (13 negara) ikhlas juga memiliki komitmen, karena apa, mereka datang ke sini (Indonesia) itu kan bukan kita yang bayar (bayar masing-masing) jadi semua (13) negara itu, bayangkan mereka keluarkan spend (uang) yang begitu besar untuk berlatih disini (Indonesia), bagi saya itu suatu keberhasilan sendiri, mereka melihat Indonesia sebagai negara yang cukup penting.
KCF : Dan itulah para juri memberikan penghargaan kepada bapak karena dipertahanan dan keamanan, apalagi Indonesia (TNI) sebagai host buat 13 negara, yang akan melakukan latihan militer.
Hal lain, kalau saya ditanya, Jenderal Andika murah senyum, dan bagaimana itu bisa diaplikasikan, kalau dulu mungkin masyarakat kita kalau melihat loreng (milter), ada ketakutan tetapi di jaman bapak Andika Perkasa selalu humanis, seperti yang disampaikan Pak Komut Nawacita (PT MNI) Faigiziduhu Ndruru itu responsive bagaimana bapak aplikasikan
AP : Sebetulnya. Senyum tadi ya, sebenarnya saya galak juga. Ya, kalau senyum dari dulu, saya sejak lahir begini, bagaimana ya, gak bisa kita buat-buat.
KCF : Ini perhelatan 2024, apakah ada keinginan untuk ikut bertarung di Pilpres 2024.
AP : Saya, pak Kornelius, saya kan masih menjabat, saya masih aktif, menurut saya, bukan pada tempatnya saya menjawab, biarkan saya fokus ke tugas pokok saya, apalagi besok (hari ini, Sabtu 5 November 2022) kita sudah berangkat ke Bali untuk kegiatan internasional G20, saya mohon maaf belum bisa menjawab.
KCF : Yang jelas, artinya sudah ada keinginan masyarakat, bahkan sudah membuat komunitas, salah satu misalnya Bara API, itu kan keinginan masyarakat juga, tetapi terlepas dari yang disampaikan Jenderal tadi, bahwasannya masih itu kan diberi tangggungjawab sebagai Panglima TNI, kita juga apresiasi.