Jakarta, NAWACITAPOST.COM - “Sosok militer yang dianggap disenangi dan direstui, bahkan disetujui oleh Presiden Jokowi sebagai Capres 2024, ada dua ; Pak Moeldoko dan Pak Prabowo,” begitu salah satu penggalan kalimat Pemerhati Politik Nusantara Faigiziduhu Ndruru ketika ditemui Nawacitapost.com disebuah café bilangan Jakarta Timur, Kamis siang (23/2/2023).
Baca Juga : Projamin Siap Dukung Moeldoko Capres 2024
Masih kata pemerhati politik tersebut, tetapi kalau melihat kepercayaan sekian lama, maka sosok Moeldoko lah yang paling dianggap mendekati apa yang dipikirkan dalam kinerja, dalam visi masa depan Indonesia untuk menjadi negara maju.
Hal itu didasari, karena Moeldoko memasuki jabatan dua periode, mengemban tugas negara sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) bersama Presiden Jokowi. Memang KSP hanya setingkat Menteri, tetapi sesungguhnya KSP itu adalah bagian atau jabatan yang strategis, untuk melakukan koordinasi, konsolidasi pada beberapa pelaksanaan program Presiden Jokowi, jelasnya.
Sehingga hasil yang dicapai sekarang ini, tidak terlepas dari peran KSP yang maksimal dan efektif. Karena itu, jika publik saat ini, banyak yang menginginkan sosok militer bagi pemimpin masa depan setelah pemimpin sipil selama dua periode diemban Presiden Jokowi, maka masyarakat berkeinginan untuk punya sesuatu (baca ; mendambakan) sosok yang berlatar belakang militer, tetapi bukan hanya sekedar militer, melainkan harus sosok yang mumpuni atau sosok yang tepat, yang disenangi atau dipercaya oleh Pak Jokowi, terangnya.
Terkait Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menurut Faigiziduhu Ndruru, mantan Panglima TNI ini punya pengalaman yang baik memimpin, punya gaya yang baik dalam melakukan komunikasi kepemimpinan dalam berkoordinasi.
Bahkan, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indoensia ( HKTI) ini, memiliki track record yang bersih dari berbagai pelanggaran hukum atau pelanggaran HAM. Sehingga, masyarakat sangat berharap, bahwa pemimpin ke depan (2024 -2029) jika memilih melekat kepada sosok militer (Jenderal bintang 4) purnawirawan yang tampil memimpin Indonesia bersaing dengan negara-negara maju, pungkasnya.