Dari tujuh (7) tahapan Pemilu serentak, Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru merampungkan dua (2) tahapan ; Pertama Pendaftaran dan verifikasi calon peserta Pemilu pada 29 Juli hingga 13 Desember 2022. Kedua Penetapan peserta Pemilu pada 14 Desember 2022. Tahapan Kelima Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden, dilakukan pada 19 Okober 2023 hingga 25 November 2023. Namun, menurut lembaga survei politik, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di peringkat pertama Capres. Sementara lima (5) Cawapres yang berpotensi mendampingi Ganjar ; Prabowo Subianto, Andika Perkasa, Airlangga Hartarto, Erick Thohir, dan Ridwan Kamil.
Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tahapan jadwal pemilu serentak, pada awal Juni 2022. Lembaga survei dalam beberapa kali rilis resminya ke media, menempatkan Gubernur Jawa Tengah sebagai Capres 2024 unggulan pertama.
Baca Juga : Survei Sebut Ganjar – Erick Pilpres 2024, Pengamat : Tinggal Di Deklarasi Partai
Bila, lembaga survei menempatkan Ganjar sebagai unggulan pertama Capres. Lalu siapa pendamping atau Cawapresnya? Menurut Pengamat Politik Nusantara Fagiziduhu Nduru, ketika ditemui Nawacitapost.com, disebuah café di Jakarta Timur, Jumat sore (6/1/2023).
“Saat ini lembaga survei telah menempatkan Ganjar Pranowo sebagai kandidat yang terbaik menjadi urutan pertama, dari yang tadinya menempati urutan terkecil. Namun berbagai tantangan dan dinamika justru menjadikan ia nomor satu,” jelasnya.
Sehingga, hampir dipastikan (baca : survei) Ganjar menjadi calon presiden 2024, baik dari pihak relawan Jokowi maupun PDIP, di mana Ganjar Pranowo bernaung. Partai-partai yang lain memiliki kecenderungan menerima atau mayoritas Partai Nasional menempatkan Ganjar Pranowo sebagai kandidat presiden yang ideal 2024, tegasnya.
Saat ini calon wakil presiden yang potensial cenderung menunggu partai PDIP kemana Ganjar Pranowo dipasangan sebagai Cawapres pendampingnya.
Saat ini ada 5 calon wakil presiden potensial 2024.
Pertama Prabowo Subianto (Ketua Umum Gerindra yang juga Menhan), dimungkinkan menjadi pendamping atau pasangan yang sangat ideal dengan Capres Ganjar Pranowo. Ini bisa disebut, pasangan yang punya potensi paling tinggi. Artinya, secara hubungan kerja dengan Pak Jokowi oke PDIP juga kemungkinan Oke apalagi kalau Ganjar Pranowo yang menjadi Capres dan Gerinda cawapres tentu sebagai partai pemenang kedua di pemilu legislative 2019, layak mendapat kesempatan sebagai calon wakil presiden.
Kedua Andika Perkasa (mantan panglima TNI), yang sangat berpotensi untuk bisa mendampingi Ganjar. Pada kali ini atau dua periode kepemimpinan Indonesia (baca : bukan dikotomi), itu pasangannya sipil dengan sipil, yaitu Pak Jokowi dengan Pak Yusuf Kalla, lalu Pak Jokowi dengan Pak Ma'ruf Amin. Saat ini sudah tepat jika dari militer mendampingi sipil, dan sosok Andika Perkasa sangat tepat untuk mengisi karier di dalam kepemimpinan pemerintah dan negara sebagai Cawapres mendampingi Capres Pak Ganjar Granowo.
Ketiga Ketua Umum Airlangga Hartarto menjadi unggulan Cawapres mendampingi Ganjar. Alasannya, karena dia memiliki partai politik pemenang ketiga pada pemilu 2019 secara pengalaman dalam menata ekonomi Indonesia, dipercaya Pak Jokowi sebagai Menko Ekuin, Airlangga memiliki kriteria yang dibutuhkan untuk menata ekonomi dimasa ke depan. Kondisi krisis ekonomi yang diprediksi pengamat dunia, terjadi pada tahun depan (2023)dan setelahnya. Secara Parpol, ia punya basis sebagai pemenang ketiga, dan cukup Golkar piawai dan berpengalaman. Golkar sangat memungkinkan untuk bekerja efektif memenangkan pasangan Ganjar Pranowo dan Airlangga.
Keempat Menteri BUMN Erick Thohir biasa disapa Etho, dipercaya Presiden Jokowi sebagai ketua Panitia pernikahan Kaesang – Erina, punya peluang sebagai pendamping Ganjar.
Pasalnya, Ganjar yang memiliki kemampuan dalam hal birokrasi pelayanan pemerintahan, fungsi pemerintahan, dan kepimpinan, maka kehadiaran Etho sebagai Cawapres, selain memperkuat pemerintahan ke depan, Etho juga paham dan piawai dalam membangun usaha. Secara prinsip kemampuan managerial dibutuhkan untuk membangun ekonomi. Baik di dalam negeri, maupun hubungan dengan ekomomi internasional atau dunia.
Hal lainnya, Etho juga memiliki kemampuan yang efektif dalam memimpin tim. Karena memimpin itu kan, dibutuhkan manajemen, kepemimpinan perusahaan dengan birokrasi, pada prinsipnya hampir sama yaitu kepemimpinan, hasil atau tujuannya untuk mencapai target. Maka, Erick Thohir masih muda, sama dengan Ganjar Pranowo, kemungkinan di antara mereka berdua bisa berkolaborasi, untuk meneruskan budaya kerja kerja kerja yang dibawa oleh Pak Jokowi. Sudah diimgatkan oleh pak Jokowi agar ketika memimpin bukan duduk belakang meja di istana atau di ruang AC yang dingin, tapi sering melakukan kunjungan untuk mengetahui permasalahan, keluhan dan apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Kalau kembali lagi mau diikuti gaya kepemimpinan Pak Jokowi adalah, setiap target-target pembangunan yang sudah dimulai harus diselesaikan, sesuai target waktu, maka manajemen adalah hal yang sangat bisa dilakukan oleh Erik bersama Ganjar.
Kelima Ridwan Kamil punya peluang besar karena untuk mempertimbangkan potensi suara dari Jawa Barat dan Banten, karena jika Ganjar Pranowo yang jadi Capres, maka hampir dipastikan Jawa Tengah, Jawa Timur itu menjadi basis pendukung yang memenangkan Ganjar Pranowo secara sosok Capres, dan jika didampingi Ridwan Kamil selain keduanya latar belakang pemerintahan di provinsi, juga mereka memiliki atau pengikut di setiap wilayah, dimana menjadi Gubernur, dipastikan Jawa Tengah lumbung Ganjar, dan diprediksi Jawa Timur juga menjadi lahan suara Ganjar.