Keluarga Cendana (atas).

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Sejak Soeharto berkuasa dan lengser. Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 Tahun 1977 yang ditandatangani olehnya,masih berlaku selama 44 tahun (1977 – 2021). Keppres itu menjelaskan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan milik negara Republik Indonesia yang tercatat di Kemensetneg yang pengelolaannya diberikan kepada Yayasan Harapan Kita, ungkap Mensesneg Pratikno.

Baca Juga : Moeldoko  Pasang Badan:  Jokowi Tidak Bentuk Yayasan Kelola TMII

Yayasan Harapan Kita dimiliki Keluarga Cendana. Anak-anak Soeharto : Siti Hardiyanti (Tutut), Bambang Trihatmodjo, Sigit, Indra Rukmana, dan Tommy Soeharto berada dalam barisan nama di yayasan itu.

Baca Juga : TMII Bukan Mlik Cendana,  Sudah  Milik Negara (Perpres  19 Tahun 2021)

Menurut data dari Dinas Pariwisata DKi Jakarta, sebelum pandemi, yaitu tahun 2019. Pendapatan TMII mencapai 50 miliar rupiah lebih per tahun. Itu termasuk tiket masuk per orang 20 ribu rupiah dengan jumlah pengunjung di tahun itu mencapai 2.500.000 orang, belum lagi  tiket masuk wahana, penyewaan gedung, dan sponsor ikan.

Baca Juga : Tunjuk BUMN Pariwisata Untuk Kelolah TMII, Mensegneg  Harap TMII Miliki Kontribusi Kepada Keuangan Negara

Bahkan di tahun 2016 pendapatannya lebih dahsyat lagi mencapai 100 miliar rupiah. Jika itu berlangsung selama 44 tahun, pertahun saja 50 miliar rupiah dikali 44 menghasilkan 2.200 miliar rupiah.

Ironisnya, kata Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama mengungkapkan, selama mengelola, Yayasan Harapan Kita tidak pernah menyetor pendapatan TMII ke kas negara.

Ada dugaan dan kecurigaan. TMII yang dikelola Yayasan Harapan Kita diduga mengalirkan dananya untuk kegiatan aksi dan demonstrasi menentang pemerintahan Jokowi. Eks FPI, Kelompok 212 konon dan dugaannya mendapat aliran dana dari TMII saat dikelola oleh keluarga cendana itu.

Baca juga :  Najwa Shihab Terkesan Provokasi, Antek Orde Baru?

Sehingga, berdasar masukan dari berbagai pihak. Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021. Perpres itu menjelaskan tentang pengaturan penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg,” ujar Pratikno dalam konferensi pers virtual pada Rabu Rabu (7/4/2021).

Selama sembilan (9) bulan Kemensetneg mengelola TMII. Diinfokan merugi dan terlantar. Katakan itu benar. Sebab selama diambil alih oleh negara. TMII masih ada orang-orang dari Keluarga Cendana mungkin masih bekerja di TMII.

Sehingga isu terlantar dan merana TMII begitu cepat tersebar di berbagai pemberitaan media dan media sosial. Diduga yang menyebarkan tentang terlantarnya TMII, mungkin pihak keluarga cendana sendiiri, melalui orang-orangnya yang masih bekerja di TMII.

Maksud dan tujuannya jelas. Keluarga ini ingin kembali mengelola TMII.

Makanya, Jokowi paham dan mengerti tentang hal seperti ini. Butuh waktu untuk menyelesaikannya. Lebih baik terlantar dan merugi secara ekonomis, tapi keuntungan politisnya berdampak dahsyat bagi pemerintahan Presiden Jokowi. Alasannya, masih ada orang-orang dari kaki tangan keluarga cendana di TMII, tandas pengamat menegaskan.