Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah partai yang menolak adanya Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) dengan Nusantara menjadi ibu kota baru dan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidaka Kekerasan Seksual (TPKS). Penolakan kesannya ingin mengambil hati rakyat. Padahal justru sebaliknya, jelas netizen.
Baca Juga : Jokowi Sang ‘Proklamator’ Ibu Kota Negara Bernama Nusantara
Ternyata bukan hanya itu saja, dalam AD/ART Partainya, mereka menolak adanya azas tunggal pancasila. Pokoknya yang ditentukan pemerintah, PKS selalu berseberangan. Dari hal ini, PKS layak disebut parasit demokrasi, karena kerjaannya yang selalu merongrong pemerintah. Begitulah salah satu penggalan kalimat yang disampaikan Guntur Romli narasumber di acara Yang Lagi Viral di pandu oleh Nong Darol Mahmada di Cokro TV, Selasa (18/1/2022).
Baca Juga : Ibu Kota Negara Baru Diucapkan Presiden Pertama Soekarno, Diwujudkan Jokowi
Romli melanjutkan, bahwa PKS bisa disebut juga penumpang gelap demokrasi yang punya agenda tersendiri. Seperti menolak UU Ormas berazas Pancasila, yang mana dasar dari UU itu pemerintah membubarkan kelompok intoleren dan radikal, yaitu HTI dan FPI. Itu jelas arahnya PKS semakin terang benderang berada dibarisan pendukung kelompok tersebut.
-
Romli Menegaskan bahwa PKS bisa juga disebut Partai yang mendukung kekerasan Seksual. Karena menolak RUU TPKS dengan alasan yang tidak bisa kita terima.
-
Sementara Kajitow Elkayani dalam acara yang lagi viral menyebut PKS ini selalu merecoki UU IKN, karena tak mau dan tak rela Jokowi yang berbuat untuk adanya ibu kota baru. Sebab, bagi PKS jika ibu kota baru, rakyat Indonesia dan dunia internasional akan mengenang Jokowi sebagai pelaksananya.