Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Jakarta, NAWACITAPOST.COM –  “Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya,” Itu adalah butir keempat dari nawacita Presiden Jokowi.

Baca Juga : Ahok Bongkar Kontrak yang Merugikan Pertamina, Arya Sinulingga : Ngancam!!!

Soal nawacita Jokowi, itu terdiri dari sembilan (9) butir, tidak hanya untuk dipajang atau dibacakan, dan terhenti saat janji kampanye Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. Melainkan itu menjadi medan pertempuran Kakek Jan Ethes memberantas korupsi dan membersihkan praktek-praktek transaksi yang dilakukan oknum-oknum pejabat negara yang serakah.

Baca Juga : Pernyataan Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga Tidak Sejalan dengan Program Nawacita Presiden Jokowi

Sehingga, Jokowi butuh orang yang tepat untuk  membersihkan hal tersebut. Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok tepat melaksanakan misi mulia tersebut. Kenapa? Dua tahun bersama Ahok saat memimpin Jakarta. Gubernur Jakarta 2012 -2014, tahu betul sikap dan karakter sang wakilnya itu. Makanya, periode kedua Presiden Jokowi, Ahok dipilih Jokowi sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero).

Untuk kecurangan yang berbau korupsi,  Ahok teriaknya kencang dan menggelagar. Publik pun mendengarnya dengan cara seksama. Dari yang benci dan sayang Ahok. Kini mereka  mendukung langkah ayah Nicholas Sean bersih-bersih di tubuh BUMN, termasuk Pertamina.

Teriakan Ahok ke publik itu dipancarkan melalui chanel Youtube Panggil Saya BTP.  Ternyata banyak  membuat gerah, geram dan marah para elit BUMN. Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga turut berkomentar pedas ke Ahok. “Jangan Komut rasa Direktur,” kecam Arya dalam akun media sosialnya.

Jika ditilik secara cermat. Kecaman Arya ini, sebenarnya secara tak langsung  ‘menghantam’ Presiden Jokowi. Terlebih lagi, menyakiti hati dan jeritan publik.

Baca juga :  Peneliti Jokowi Tangkap Makna Pengumuman Kabinet Indonesia Maju

Yang jelas, untuk penghapusan korupsi. Ahok bukan mencari panggung atau ingin tenar. Itu bukan tipe dan tabiatnya. Justru, publik mengenalnya sebagai manusia pembasmi korupsi.

Terkait program nawacita Presiden Jokowi. Ahok sudah melaksanakannya. Bagi Ahok apalagi Presiden Jokowi, 9 butir itu, bukan untuk dibahas atau didiskusikan, tetapi harus dan wajib diterapkan. Walaupun kecaman dari para elit BUMN menerpanya.