Ahok Bongkar Kontrak yang Merugikan Pertamina, Arya Sinulingga : Ngancam!!!

0
459
Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Penempatan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Membuat Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN, Arya Sinulingga geram. Apa sebab? Seperti dikutip  instragram Kompas 26 tahun, dengan judul Stafsus Erick Thohir Sindir Ahok Jangan Merasa Dirut, Harus Tahu Batasan.

Baca Juga : Menteri BUMN : Ahok Sah Jadi Komisaris Utama Pertamina

Arya Sinulingga mengingatkan Ahok, agar tidak merasa menjadi Direktur Utama. Hal itu merespon pernyataan Ahok, terkait banyaknya kontrak-kontrak di BUMN yang bermasalah
Menurut dia, seharusnya Ahok tidak perlu berbicara melebihi kapasitasnya sebagai komisaris utama. Seperti diketahui, dalam tayangan chanel Youtube Panggil Saya BTP belum lama berselang.  Ahok: Banyak Oknum Direksi BUMN Seolah-Olah Takut, Padahal Juga Maling.

Ahok membeberkan ‘borok’ BUMN kepada publik. Banyak kontrak bisnis BUMN merugikan perusahaan pelat merah, termasuk Pertamina.

“Beliau kan sebagai komut harus membicarakan itu juga di sesama komisaris, di dewan komisaris,” ucap Arya Sinulingga.

Arya juga menyebut, sikap Ahok yang seolah seperti direksi Pertamina itu dinilai kurang elok, padahal tugasnya adalah sebagai komisaris.

“Jangan sampai Pak Ahok ini di Pertamina juga menjadi komisaris merasa direktur gitu. Komut merasa dirut itu jangan, harus tahu batasan-batasannya,” tutur Arya Sinulingga yang kesannya mengancam.

Mencermati hal tersebut, khusus di BUMN Pertamina. Sebenarnya tak ujug-ujug Ahok ‘dipilih’ langsung oleh Menteri BUMUN Erick Thohir. Melainkan ada peran Presiden Jokowi menempatkan Ahok di BUMN Plat Merah itu. Artinya nama Ahok di usulkan Jokowi ke Erick Thohir.
Sebenarnya, penempatan Ahok sebagai Komut PT Pertamina. Jokowi ingin Pertamina menjadi perusahaan yang disegani dunia. Perlahan dan pasti, keuntungan pertamina mampu menyetor ke APBN. Urusan pertamina diselesaikan dengan baik. Kilang Raksasa sudah dibangun, dan menunggu selesai.
Kini Gubernur Jakarta (2014 -2017) membongkar  kontrak-kontrak pertamina dengan berbagai pihak, yang banyak merugikan pertamina. Partner Jokowi di Jakarta itu ingin membatalkan atau meninjau ulang kontrak yang tidak menguntungkan tersebut.
Ungkapan Ahok terkait itu. Mendapat dukungan dari netizen seperti disampaikan Alhiratan. Seingat saya dalam sejarah Pejabat yang Duduk di posisi Tertinggi di BUMN Tidak pernah tuh kritik atau Bagaimana Memperbaiki Internalnya Agar Manajemen BUMN bagus secara terbuka dan Transparan. Bertahun tahun Rugi pun Diem diem Bae . Bagus Dong Kalo ada Pejabat BUMN Mau siapa pun dia bersuara kalo ada yang tidak benar Secara terbuka dan lugas. Artinya Dia Berani Menyuarakan kebenaran dan Tidak cari muka Demi jabatannya.

Gak apa-apa pak Ahok saya dukung. Biar duit rakyat gak dimakanin pejabat ama lumpen politik terus. Allahu Akbar. Demi NKRI

Kalau stafsus ya jangan gaya menteri

Mantap Pak Ahok.

Bukannya komisaris itu yang punya perusahaan atau yang mewakili pemilik perusahaan?

Takut ketahuan ya, bos.

Pejabat yang jujur semakin sedikit. Maju terus pak Ahok dibutuhkan orang-orang seperti Anda ini untuk membenahi BUMN yang korup.

Kalau kejahatan diungkapkan tidak perlu batasan, mau siapapun yang melihat kebobrokan adalah tanggungjawabnya untuk mengungkapkannya. Karena batasan fungsional dan struktural makanya banyak bawahan melihat ketidakbenaran tetap mengatakan benar, karena mulut disumpal duit, kemudian Anda berbicara sekarang memangnya Anda merasa lebih tinggi kedudukannya??