Arab Saudi Tegas Sebut HAMAS Kelompok Teroris Berbahaya

1
1424
Ketua Majelis Ulama Arab Saudi Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh

Jakarta, NAWACITAPOST – Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (HAMAS) atau Gerakan Pertahanan Islam, didirikan  tahun 1987. Kini pemimpinnya Ismail Haniya. Kelompok ini cabang dari Ikhwanul Muslimin (IM) Mesir. Anehnya, Mesir mencap IM sebagai kelompok teroris.

Baca Juga : Dr. Connie Rahakundini : Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel, Indonesia Bisa Menolong Palestina

HANYA butuh waktu 9 tahun, sejak didirikannya, HAMAS semakin kuat dan bertambah eksis. Tahun 2006 Kelompok ini menang pemilihan Parlemen Palestina. Tahun 2007,  Hamas berkuasa di jalur Gaza.

Baca Juga : Palestina Vs Israel, Bukan Konflik Islam – Kristen, Melainkan Terjebak Dalam Konflik Kepentingan

KEANEHAN lainnya, Hamas cabang dari IM Mesir, tapi dekatnya justru dengan Iran.Ternyata, Hamas butuh pasokan senjata dan roket untuk melakukan perlawanan dengan Israel.  Dugaannya pemberian roket Iran ke Hamas, tidak diberikan secara gratis. Ternyata ada kesepatan-kesepatan yang harus dilaksanakan Hamas dan Iran.

Terkait lainnya, Iran dan Arab Saudi menjadi musuh bebuyutan abadi yang tak pernah akur. Bahkan, ada Fatwa Mufti Arab Saudi dan Ketua Majelis Ulama Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh  Yang Melarang Perang Melawan Israel Dan Menyebut Hamas Teroris.

Amerika sudah lebih dulu menyatakan hal sama dengan Arab Saudi terhadap Hamas. , Sebagian besar negara Eropa berlaku sama.

Serangan roket dari Hamas ke Isral, dan sebaliknya gempuran udara ke Hamas di Gaza.Kedua ; Serangan dan gempuran itu telah menimbulkan korban jiwa, terutama anak-anak, baik dari pihak Hamas maupun Israel.

Hal lainnya, ada kabar bahwa Hamas telah mengirim surat resmi ke Presiden Jokowi. Jawaban Istana pasti tegas, yaitu  hentikan perang, termasuk serangan dan gempuran.

Kabar lainnya, entah benar atau tidak Hamas telah meminta kepada Israel untuk gencatan sejata. Sementara Israel melalui PM Benyamin Netanyahu menegaskan, bahwa serangan ke Hamas baru permulaan, belum sampai seluruhnya.

Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan secara terbatas, ternyata Mousa Abu Marzook Mohammed, wakil ketua biro politik Hamas, mengatakan pada tahun 2014 bahwa “Hamas tidak akan mengakui Israel”, dan menambahkan “ini adalah garis merah yang tidak bisa dilewati.”

1 KOMENTAR

Comments are closed.