Densus 88 Tangkap terudag teroris

Jakarta, NAWACITAPOST – Mantan teroris bernama Al Chaidar, beberapa bulan lalu pernah mengungkapkan bahwa Sumbar dan Nias  menjadi tempat latihan teroris. Ada yang percaya dan banyak juga yang tak percaya dengan pernyataan tersebut. Yang tak percaya itu mengada-ngada dan tak berdasar. Dan hanya untuk menakut-nakuti saja.

Baca Juga : Kepulauan Nias Sarang Teroris? Dua Wilayah Ini Diduga Kuat Jadi Tempat Latihannya

Ternyata, pernyataan  Al Chaidar terbukti.  Jumat 19 Maret 2021 Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror berhasil menangkap sejumlah  terduga teroris di padang, Sumatera Barat (Sumbar). Walaupun para teroris itu melakukan penyamaran dengan  kegiatan seperti ahli reflelksi, pedagang, tukur cukur rambut, jualan pulsa, dan kegiatan lain-lain. Tetap saja pasukan elit khusus Mabes Polri itu berhasil melacak dan menangkap terduga teroris, yaitu di Kuranji dan Gunung Panglun, Padang.

Baca Juga : Pengamat Teroris Al Chaidar : Nias Termasuk Sarang Latihan Teroris, Konflik Horisontal Yang Diinginkan ISIS

Pertanyaannya, jika sudah diungkapkan Al Chaidar adanya latihan terduga teroris di  Sumbar dan Nias. Kenapa, Densus 88 anti teror baru menangkapnya. Perlu dicatat, bahwa Densus 88 bekerja dalam menangkap teroris harus dengan bukti yang kuat. Seperti yang ditangkap di Padang.

Ternyata, walaupun berbalut penyamaran. Di tempat tinggalnya didapati senjata api, buku ajaran teroris, bom dan bahan-bahan berbahaya lainnya.

Di Sumbar terduga teroris sudah ditangkap. Lalu bagaimana dengan Kepulauan Nias (Kepni)? Apakah dimungkinkan penangkapan teroris di wilayah yang terkenal dengan julukan pulau impian?  Bisa saja, jika dikaitkan dengan pernyataan Al Chaidar.

Ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian. Secara geografis Kepni, jauh dari deteksi aparat keamanan, lautan yang membentang di Samudra Hindia menjadi pilihan yang cocok bagi teroris dan jaringan menyusun kekuatan dengan menerapkan latihan di tempat itu (Kepni) sebagai sarangnya.

Baca juga :  Kakanwil Sumbar Suharman Turut Dukung Reformasi Birokrasi

Mungkin bagi sebagian besar orang Kepni (berdomisili maupun tidak) bahwa Kepni dijadikan tempat latihan teroris mengada-ada dan tak mungkin terjadi. Mungkin pendapat itu ada benarnya, jika dilihat dari kurun waktu, dan aksinya belum atau tidak terjadi di Kepni. Jadi, apakah harus ada latihan dan aksi teroris dulu, baru dihentikan kegiatannya?

Ingat, Sumbar secara geografis dekat dengan Kepulauan Nias. Dan banyak jalan laut yang belum dideteksi aparat keamanan. Hal tersebut, memungkinkan terduga teroris bisa menjadikan jalur itu sebagai pelarian atau mungkin melakukan aksinya. Yang jelas, mungkin Densus 88 sudah memetakan  jalur pelarian terduga teroris ke Kepni dari Sumbar.

Dengan ditangkapnya terduga teroris di Padang oleh Densus 88, terbukti pernyataan Al Chaidar bahwa Sumbar dan Kepni sebagai tempat latihan.