Kamis, 2 Juli 2026

Kepulauan Nias Sarang Teroris? Dua Wilayah Ini Diduga Kuat Jadi Tempat Latihannya

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Senin, 22 Februari 2021 | 15:58 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST –  Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17 ribu lebih jumlahnya. Membentang dari Aceh sampai Papua. Sebagian pulau itu tidak berpenghuni. Salah satu yang rawan dan berbahaya bagi keutuhan NKRI adalah latihan teroris di pulau, selain  jauh dari deteksi atau jangkauan aparat keamanan juga  tempat tersebut biasanya tak berpenghuni.

Baca Juga : Pengamat Teroris Al Chaidar : Nias Termasuk Sarang Latihan Teroris, Konflik Horisontal Yang Diinginkan ISIS



Meminjam pendapat pengamat terorisme yang juga mantan terorisme Al Chaidar, bahwa Kepulauan Nias (Kepni) dan Sumbar adalah tempat latihan teroris. Banyak yang  belum percaya, itu mengada-ada dan hanya membuat kepanikan warga Kepni. Kira-kira begitulah rangkuman ungkapan pendapat warga tersebut. Jika itu merujuk pada lokasi tempat yang belum diketahui latihannya, dan pasca peristiwa aksi, maka pendapat tersebut sah-sah saja dan ada benarnya.

Bukankah ada ungkapan yang kiranya bisa menjadi pegangan kita bersama. Mencegah lebih baik daripada terjadinya aksi terorisme. Kan tidak mungkin terjadi aksi dulu, baru dinyatakan benar. itu pandangan salah dan ngawur.



Mari kita tengok sejenak. Kenapa Kepni bagi kelompok terorisme layak digunakan sebagai latihan teroris. Kepni terdiri dari Nias Utara, Gunungitoli, Nias, Nias Barat dan Nias Selatan. Peta Kepni jika di lihat dari Nias Utara,  wilayah itu berbatasan langsung dengan Aceh dan Sumut yang terpisahkan dengan lautan. Demikian pula di Nias Selatan, terutama wilayah Kepulauan Batu yang berbatasan dengan Sumbar terpisahkan oleh laut.

Dua wilaya itu, Nias Utara dan Nias Selatan (Kepulauan Batu). Nias utara banyak dari Aceh yang bisa leluasa menyebrang ke Nias Utara. Perdagangan bisa menjadi pertemuan awal diantara kedua wilayah yang berbeda bahasa, agama dan adat istiadat. Sampai mungkin mengarah kepada kepentingan-kepentingan lain yang ujungnya bisa merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara, yang datang ke wilayah Nias Utara.

-


Demikian pula di Nias Selatan khususnya Kepulauan batu. Menurut kabar beredar, banyak warga dari Sumatera Barat (Sumbar) yang kawin - mawin dengan warga kepulauan Batu, ditambahkan pula pelabuhan Sibolga (Sumut) bisa langsung ke Nisel dan ke Kepualauan Batu. Biasanya perdagangan menjadi pintu pergaulan yang dimungkinkan itu terjadi. Selajutnya ketergantungan dalam perdagangan biasanya menjadi alat tawar yang ampuh dalam melakukan gerakan-gerakan yang disinyalir bisa membahayakan keutuhan NKRI khususnya Kepni.

Khusus Sumbar, akhir-akhir banyak kebijakan yang kontroversial. Penolakan SKB 3 Menteri bukan hanya dari suara warga Pariaman (Sumbar), melainkan komando utamanya Walikota Pariaman Dr. H. Genius Umar, S.Sos. Pelarangan Ibadah umat lain di Sumbar didukung penuh oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno 2016 -2021. Dan, sepertinya terus berlanjut kepada siapapun Gubernurnya, bahwa pelarangan Ibadah umat lain tetap diterapkan.  Artinya apa? Jauh dari kebhinekaan, Pancasila, dan NKRI.

Terkait teroris,  sebuah catatan nyata dalam jejak digital. Agustus  2014, teroris ditangkap Densus 88 di tengah laut Kepni. Setelah itu, Maret 2019, terkait bom Sibolga, Densus 88 berhasil dua orang perempuan terduga teroris.

Khusus kepulauan Batu, yang wilayahnya jauh dari Nias Selatan, belum bisa dideteksi aparat keamanan, penduduk yang sedikit dan juga acuh  alias masa bodoh dengan warga pendatang. Menjadikan kelompok teroris begitu mudah menancapkan kukunya dalam melaksanakan latihannya. Biasanya terjadi kawin -  mawin dengan warga setempat. Serta bantuan perdagangan (pembelian) yang dijadikan alat oleh teroris bergaul sebagai sinyal kuat mempengaruhi warga asal (baca : Kepni).

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini