Pengamat Teroris Al Chaidar : Nias Termasuk Sarang Latihan Teroris, Konflik Horisontal Yang Diinginkan ISIS

11
772
Pengamat Teroris Al Chaidar

Jakarta, NAWACITAPOST –  Kala aksi teroris  melakukan aksinya di Indonesia 20 tahun lalu lebih, Bom Bali  1 dan II, Bom Natal. Korban pun berjatuhan. Dari sasaran yang dianggap musuh oleh teroris, terutama Amerika,  sampai yang tidak sepaham dengan pemahaman ideologi mereka itu bisa dianggap lawan. Korban teror pun berjatuhan, dari anak-anak, wanita dan lansia. Pelaku pun lama ditangkapnya.

Penerbit TSPM Berbahaya Bagi Dunia Pendidikan Indonesia

Seiring berjalannya waktu, walupun mereka telah melakukan aksi,  berhasil dilumpuhkan hidup maupun mati. Yang paling anyar dan patut diacungi jempol kepada Densus 88 dan aparat penegak hukum lainnya adalah berhasil mencegah aksi teror. Bahkan tempat atau basis teroris di gerebek. Bukan cuman itu saja,  anggota atau pengikutnya dan pelaku utamanya ditangkap.

Konteks kekinian dan ke depannya aksi teror yang dilakukan kelompok teroris yang berbait ke ISIS sangat Kejam dan brutal. Setiap yang menggangu kepentingan dan berseberangan dengannya dijawab dengan meledakan bom bunuh diri.

Terkait tempat latihan teroris yang berhasil diungkap Densus 88 di Sumbar dan Nias. Walau termasuk memiliki banyak anggota, namun Sumbar bukanlah target utama dalam penyemaian paham terorisme oleh kelompok-kelompok garis keras. Sumbar hanya dijadikan basis cadangan.

Menurut penjelasan pengamat terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar, ribuan orang itu terafiliasi dengan ISIS, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan jaringan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK). Dan di  Sumbar ada sekitar 3.000 anggotanya, tambah Al Chaidar lagi.

Ternyata bukan hanya Sumbar  (Bukittinggi), tetapi Nias juga dijadikan lokasi latihan teroris. Ternyata Nias pengamanannya agak longgar.  Selain longgar pengamanannya, bisa juga Nias  menjadi upaya kelompok teroris berkonflik horizontal dengan isu dan muatan agama yang beraroma kental menjadi penggiringannya.

Jadi bravo Densus 88 yang bukan hanya mencium, mencegah, menangkap dan melumpuhkan teroris, tetapi menemukan tempat latihan teroris dan berhasil membongkarnya. Sudah tentu yang terlibat didalamnya diterapkan hukum yang berlaku di NKRI.

 

11 KOMENTAR

  1. Setiap orang berhak mengemukakan pendapatnya,
    Dalam konteksnya mengamati wajar tapi jangan mengada ngada,
    Pada kalimat terakhir dikatakan bahwa Densus 88 bukan hanya mencium, menangkap dan melumpuhkan teroris, tapi berhasil menemukan tempat latihan dan membongkarnya.
    Kita ketahui dari atas nama daerah tersebut termasuk Nias,
    Kami atau saya pribadi berpendapt begini, Bapak bisa memberikan pengamatan bapak, tapi Jangan sampai warga Jadi PANIK. kalau boleh beritanya jangan mengada ngadalah, nanti warga kita, rakyat kita jadi gak nyaman mendengarkan bahwa NIA SARANG TERORIS, nanti warganya panik, pada ketakutan terjadi ketidaknyamanan apa anda tanggung jawab, atau memang Densus 88 telah melakukan hal sesuai keterangan tertulis diatas di kep. Nias ..??? Kalau ia benar berikan aba aba biar warga hati hati kalau boleh untuk sementara mengungsi menghindar dari kekejaman terorisme yg tak berperikemanusiaan.
    Tapi kalau hanya sekedar cari sensai publik, tolong jangan menakut nakuti dan membuat panik rakyat, ditambah lagi masalah covid-19
    yng berdampak bagi kehidupan umat manusia. Mulut tolong dipelihara.
    Harapan kami juga semoga bapak KAPOLRI bersama TNI menindaklanjuti informasi ini, sebelum kabar ini meluas dan membuat rakyat panik.
    Terimakasi, salam hormat dari anak pinggiran pulau Nias.

  2. Sebaiknya mulutnya bapak yg lagi ngomong Thu jaga baik2 gk usah cari uang dgn klaim-klaim daerah orang.Kemunafikan dan keserakahan anda membuat hidup akan jatuh dan tersungkur.Dengan ungkapan2 yg jahat itu.saya harap mohon untuk di telusuri bapak yg omong di Mensos itu.

  3. Mulut itu dijaga, jangan asal bacot…. kau bilang Nias tempat latihan teroris….klw boleh media ini harus mempertanggung jawabkan drimana sumber beritanya dan sumber beritanya betul2 dipertanyakan juga apakah sehat jasmani dan rohaninya… jangan mengumbar hal yg tidak pasti masyarakat jadi tidak nyaman dgn berita ini…

  4. Selamat pagi, mohon konfirmasi bagi yang membuat berita ini, beri informasi yang Akurat dimana daerah tempat latihan Isis dipulau nias, Selama ini baru Kali ini saya dengar pulau nias jdi sarang latihan Isis, Kapan dilakukan pembongkaran juga, klo tidak Anda harus bertanggung jawab Dengan berita ini

  5. Kepada Bpk All Chaidar, kalau bapak ingin mencari uang. Jangan sembarangan ngomong dan buat Berita-berita yg tidak jelas dan tidak masuk akal.
    Setahu saya dan seluruh masyarakat Nias, aksi teroris atau kegiatan terorisme ataupun sarang teroris di kepulauan Nias blm pernah ada dan pernah terjadi.
    Jangan memprovokasi dan membuat masyarakat Nias panik dengan berita yang Anda buat ini.

  6. Dilihat dari mukanya aja.
    Ciri-ciri muka yg belum makan 10 tahun.yang hidup dipinggir-pinggir jalan.

    Bapak yang terhormat dan tercinta.dapat salam dari NIAS.
    Kalau mau cari uang,carilah usaha lain.jangan asal ngomong bla bla bla bla dimedia tapi hasilnya NOL.kalau memang benar NIAS sarang terroris berikan bukti dan kejelasan yg benar.jangan hanya ngomong panjang lebar dimedia.

    Kalau dicermati kata-kata bapak.mungkin saja bapak salah pimpinan ISIS.makanya bapak dengan mudah menyebut daerah lain,biar daerahmu tidak digeledah oleh densus 88.

    Pesan kami dari NIAS: TOLONG JANGAN JADI PROVOKASI DIPULAU NIAS.JANGAN BUAT PANIK MASYARAKAT NIAS HANYA GARA-GARA BERITA INI.

    TERIMAKASIH

  7. “Terkait tempat latihan teroris yang berhasil diungkap Densus 88 di Sumbar dan Nias”, tolong diklarifikasi kalimat ini, dalam kalimat itu dinyatakan bahwa Densus 88 berhasil mengungkap tempat latihan di Nias tanpa menyertakan sumber berita. Kami akan viralkan ini dan kami mohon pihak Nawacitapost segera klarifikasinya.

Comments are closed.