Bareskrim Polri Tangkap 3 Pemuda Penjual APD Melalui Instagram

4
223
Bareskrim Polri Tangkap 3 Pemuda Penjual APD Melalui Online

Nawacitapost- Subdit 1 Direktorat TP. Siber Bareskrim Polri menangkap 3 orang pemuda di tiga lokasi berbeda daerah Kisaran Kabupaten Asahan Sumatera Utara, terkait dengan penipuan penjualan alat pelindung diri (APD) masker melalui akun Instagram yang dilakukan para pelaku.

Penangkapan tersebut dipimpin oleh Kasubdit 1 Kombes Reinhard Hutagaol berawal dari laporan tertulis Sekretariat ASEANAPOL kepada Divisi Hubinter Polri melalui surat tertanggal 20 Februari 2020, dengan korban penipuan Warga Negara Hong Kong yang menjadi korban penipuan online internasional.

Dalam pengembangan kasus, ternyata diketahui para pelaku telah melakukan penipuan terhadap 9 korban, 2 korban merupakan warga negara asing dan tinggal di luar negeri, dan 7 orang lainnya merupakan warga Indonesia di berbagai daerah di Indonesia.

“Ketiga pelaku yang ditangkap tersebut memiliki peran yang berbeda-beda, yaitu Tsk YF sebagai pemilik akun Instagram literasiwa yang memposting penawaran masker merk sensi dengan harga murah,” tulis rilis Divisi Humas Polri, Senin (8/6/2020).

Baca Juga : Jokowi Dianggap Pro China, Luhut Bantah Investasi China Justru Menguntungkan

Tersangka MF sebagai pemilik rekening penampungan uang hasil kejahatan, sedangkan tersangka MG sebagai orang yang mengambil tunai uang yang telah masuk ke rekening penampung dan selanjutnya membagi bagi uang tersebut kepada dua tersangka lainnya.

“Modus yang dilakukan oleh YF adalah memanfaatkan moment atau situasi wabah Covid-19 di Indonesia, sehubungan dengan tingginya permintaan masyarakat akan kebutuhan masker, sehingga YF memposting gambar, video dan tulisan penjualan masker sensi dengan harga murah, yaitu 1 kotak seharga Rp 70 ribu, 1 dus seharga Rp 1,7 juta,” tulis rilis tersebut.

Penawaran murah tersebut membuat para korban menjadi tergiur untuk membeli dan melakukan transfer uang pembayaran ke rekening yang ditentukan oleh pelaku YF. Namun setelah uang ditransfer ke rekening yang ditentukan oleh YF, masker-masker tersebut tidak pernah dikirim.

Bahkan untuk menghilangkan jejak, pelaku mengganti nomor yang dipergunakan saat berkomunikasi dengan para korban, dan mengganti ganti nama akun Instagram yang dipakai oleh YF.

Barang Bukti yang disita dari ke tiga tersangka adalah 7 (tujuh) buah HP, 5 (lima) kartu ATM, 1 (satu) buku tabungan, 9 (sembilan) karti SIM Card, 2 (dua) jam tangan, 2 (dua) pakaian, dan 1 (satu) buah akun Instagram literasiwa/followajagakpapa.

Atas perbuatan ketiga tersangka, dipersangkakan dengan tindak penipuan dalam transaksi elektronik dan tindak pidana pencucian uang dan/atau tindak pidana transfer dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Tindak Pidana Transfer Dana dan/atau 378 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun sampai 20 tahun.

Comments are closed.