Suka Duka Kalapas Tonny Nainggolan Mengabdi di Kementerian Hukum dan HAM

0
123
Foto : Kalapas Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan didampingi Kasi Bimkemas Boy Guntur Sagara

Jakarta, NAWACITAPOST – Tonny Nainggolan sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Cipinang di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pun merasakan suka duka. Namun, dirinya selalu berusaha untuk menikmati hidup dan tidak menjadikan beban atas segala tugas yang dipercayakan kepadanya. Dia merasa bahwa itu adalah tuntutan dan kewajiban yang memang harus dilaksanakan. Meskipun bisa dikatakan dia lebih banyak terpisah dengan keluarga selama masa dinasnya.

Foto : Kalapas Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan

“Sebenarnya kalau segala sesuatunya kita nikmati dan itu kita jadikan bukan beban. Tetapi merupakan tuntutan dan kewajiban yang harus kita lakukan. Saya kira no problem, tidak ada masalah. Sekalipun 2/3 dari masa dinas, saya hampir 30 tahun dengan keluarga itu terpisah. Berarti 20 tahun saya terpisah dengan keluarga dan 10 tahun itu diakumulasi baru gabung dengan keluarga. Ya.. Suka dukanya kita harus selalu terpisah dengan keluarga saat bertugas,” ungkap Kalapas.

BACA JUGA: DPP FORNISEL Mempertanyakan Mahalnya Biaya Urus SKCK di Nias Selatan

Lebih lanjut Tonny mengungkapkan. “Disamping itu juga, hubungannya dengan dinas, ketika kita gagal dalam artian untuk menerapkan aturan, disitu kita berduka,” ungkapnya. Kalapas Kelas I Cipinang itu pun merasakan bahwa masih ada masalah yang dijumpai di lapangan. Namun dia tetap berusaha memberikan yang terbaik dalam penyelesaiannya. “Masih ada juga masalah yang harus kita jumpai di lapangan. Baik itu yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung oleh pegawai maupun Warga Binaan,” tambahnya.

BACA JUGA: Kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta Dipertanyakan, Indikator Baik Tata Kelola Pemda Menurun

“Kita sudah mencoba memperbaiki segala sesuatunya ke arah yang lebih baik. Kita berharap program kerja dari awal kita bisa lakukan bersama – sama dengan rekan kerja kita secara tim maupun Warga Binaan,” jelas Kalapas. Namun baginya, memang setiap manusia tidaklah sempurna. Adapun khilaf dan salah yang tentu pernah dilakukan oleh jajarannya. Dia memakluminya. Selain itu, dia juga selalu merasa bersyukur. Terlebih dirinya bisa menikmati kehidupan yang layak baginya dan keluarganya.

Foto : Kalapas Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan didampingi Kasi Bimkemas Boy Guntur Sagara

“Tapi yang namanya manusia ada khilafnya, ada salahnya. Ketika itu terjadi, disitulah kita merasa berduka. Nah kalau sukanya, artinya yang paling utama, saya bisa mendapatkan kehidupan yang layak dari pekerjaan atau penugasan saya sebagai pegawai pemasyarakatan. Saya menikmati kehidupan yang layak. Dalam artian, saya mendapat gaji dan tunjangan dari negara yang cukup baik buat saya dan keluarga saya saat ini,” pungkas Kalapas Tonny pada (09/04/2021) ke Nawacitapost di kantornya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)