APEL Indonesia Sambut Baik dan Apresiasi Menag Yaqut Cholil, Kontroversi Versi Doa

0
256
Foto : Logo APEL Indonesia dan Menag Yaqut Cholil

Jakarta, NAWACITAPOST – Aliansi Pemuda Lintas Iman Indonesia (APEL Indonesia) menyambut baik dan sangat mengapresiasi pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Yang mana meminta jajarannya di Kementerian Agama (Kemenag) turut memberikan kesempatan. Yakni doa versi agama selain Islam dibacakan dalam setiap kegiatan Kementerian Agama. Hal ini menunjukkan bahwa Kemenag tidak hanya milik satu agama atau agama tertentu. Namun Kemenag merupakan milik semua agama. Maka dalam setiap acara atau kegiatan Kemenag untuk konteksnya pembacaan doa harus dilakukan secara bergantian. Meskipun dianggap kontroversi bagi sebagian orang.

Foto : Menag Yaqut Cholil

Tak lain tentunya dalam hal memimpin doa tidaklah diwakili agama tertentu. Dengan begitu, citra Kemenag akan semakin terlihat. Bahwasanya memang Kemenag milik semua agama. APEL Indonesia melalui Kepala Divisi Kampanye Ketabahan Duha pun menegaskan pada (10/04/2021). “Seharusnya Kementerian Agama bisa dipimpin dari semua agama yang ada. Yang mana dengan catatan memang memiliki kapasitas untuk memimpin Kementerian Agama. Sehingga kementrian agama benar-benar milik semua agama bukan hanya salah satu agama saja,” tegasnya.

BACA JUGA: Kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta Dipertanyakan, Indikator Baik Tata Kelola Pemda Menurun

“Selama ini, masyarakat awam pada umumnya hanya agama tertentu saja yang dapat menjadi Menteri Agama. Karena jumlah umatnya yang begitu banyak. Selain itu memang selama ini baik di level Kementerian sampai level ke bawah, kegiatan doa hanya dipimpin satu agama saja. Maka dengan adanya kebijakan Gus Menteri Agama tersebut, semoga bisa menambah keyakinan masyarakat terhadap Kementerian Agama,” pungkas Ketabahan Duha.

BACA JUGA: DPP FORNISEL Mempertanyakan Mahalnya Biaya Urus SKCK di Nias Selatan

APEL Indonesia berharap Kemenag mampu menjadi role model dalam menjunjung toleransi. Terlebih lagi sejak 2019 Kemenag sudah menggaungkan Moderasi Beragama. Yakni dengan dimulainya membaca doa lintas agama di Kemenag. Yang mana dapat menjadi contoh lemabaga – lembaga lainnya. Hal ini akan menjadi kebiasaan yang baik untuk saling mengenal doa masing – masing agama. Sehingga tidak akan ada lagi rasa curiga satu sama lain. Hal ini tak terlepas dari yang diamanatkan dalam Pasal 28E ayat (1) Undang – Undang Dasar Tahun 1945 (“UUD 1945”).

Foto : Pasal UUD 1945 tentang Kebebasan Beragama

“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.” Ada pula Pasal 28E ayat (2)  UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Selain itu, dalam Pasal 28I ayat (1) UUD 1945 juga diakui. Bahwa hak untuk beragama merupakan hak asasi manusia. Selanjutnya Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 juga menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama.

BACA JUGA: Kalapas Cipinang Tonny Nainggolan Berinovasi Pelayanan Khusus Covid 19

Diketahui sebelumnya, Menag Yaqut ingin semua agama yang diakui di Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk memberikan doa. Menag mengingatkan bahwa Kemenag bukan ormas (organisasi masyarakat) Islam. “Pagi hari ini saya senang rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua, tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa,” katanya saat memberikan sambutan dalam rapat kerja nasional (rakernas) Kemenag 2021, pada (05/04/2021).

Foto : Logo APEL Indonesia

“Jadi jangan ini kesannya kita ini sedang rapat ormas Kementerian Agama, ormas Islam Kementerian Agama, tidak. Kita ini sedang melaksanakan rakernas Kementerian Agama yang didalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja. Jadi mungkin, mungkin lain waktu bisalah. Itu kan lebih enak dilihat itu kalau semua agama yang menjadi urusan di Kementerian ini sama – sama menyampaikan doanya. Kalau semakin banyak yang berdoa, semakin mudah atau semakin probabilitas untuk dikabulkan itu semakin tinggi,” tutup Menag Yaqut. (Ayu Yulia Yang)