Judi Togel Merajalela di Kepulauan Nias, Aparat Penegak Hukum, Tokoh Agama dan Adat Harus Bertanggung Jawab

0
324
Foto : Ilustrasi Judi Togel, Pakar Hukum Agustus Gea, Sekjend HIMNI Otoli Zebua dan Ketum Gapernas Happy Agusman Zalukhu

Jakarta, NAWACITAPOST – Judi togel merajalela di Kepulauan Nias (Kepni) sepertinya bukan hal tabuh lagi. Pasalnya tak hanya segelintir orang yang mengiyakan hal tersebut. Bahkan beberapa diantaranya mengeluhkan. Sebab judi togel merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak yang negatif. Seperti yang disampaikan oleh Pakar Hukum Agustus Gea dan Pendeta sekaligus Sekjend HIMNI (Himpunan Masyarakat Nias Indonesia) Otoli Zebua. Adapun para pihak yang harus bertanggung jawab. Yaitu aparat penegak hukum, tokoh agama dan tokoh adat.

Foto : Sekjend HIMNI Otoli Zebua

Otoli Zebua mengatakan pada (05/04/2021). Bahwa apa saja alasan untuk berjudi togel itu tetap merugikan masyarakat. “Judi togel apapun alasannya selalu merugikan masyarakat. Hal itu sangat disesalkan. Judi togel masih merajalela di Kepulauan Nias pada saat pandemi masih ada. Akibat judi togel sudah bisa kita tebak. Yakni rusaknya rumah tangga, anak menjadi susah. Bahkan bisa saja akibat judi anak – anak putus sekolah. Untuk itu, diminta kepada penegak hukum untuk menindak tegas pelaku judi togel. Tidak hanya tukang catat tetapi otak dibalik judi togel yang sedang marak,” ungkapnya.

BACA JUGA: SBY Diduga Terlibat Mega Skandal Century, KPK Dituntut Keadilan

Lalu Agustus Gea pun merasa prihatin akan maraknya judi togel. Hal itu dikatakannya pada (31/03/2021). “Sebagai putera Daerah Nias (Ono Niha), saya sangat prihatin dengan daerah saya. Karena maraknya judi togel. Memang sudah menjadi tradisi dalam masyarakat Nias. Seperti main domino, koa, dan lain sebagainya. Kkarena ketika ada orang yang meninggal pun selalu diramaikan dengan permainan tersebut. Yang dimulai setelah larut malam sampai pagi. Para pemuda dari berbagai desa ikut di dalam permainan tersebut,” jelasnya.

Foto : Pakar Hukum Agustus Gea

“Dari sisi hukum, ini merupakan perilaku menyimpang yang melanggar hukum. Di dalam pasal 303 ayat (1)-1 Bis KUHP dan pasal 303 ayat (1)-2 KUHP, ancaman hukuman bagi mereka yang mempergunakan kesempatan, serta turut serta main judi 4 tahun penjara atau denda setinggi – tingginya 10 juta rupiah. Dan ayat (2)-nya penjatuhan hukuman bagi mereka yang pernah dihukum penjara berjudi selama – lamanya 6 tahun atau denda setinggi – tingginya 15 juta rupiah,” terangnya.

BACA JUGA: FORNISEL Berharap Prioritas Pembangunan Nisel, Bawomataluo Didukung Menko Muhadjir Effendy Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Adapun Agustus Gea memberikan solusinya. Diperlukan adanya pendekatan emosional kepada orang – orang yang sudah maniak judi. “Pendekatan keagamaan melalui para Tokoh Agama (Pendeta) dan Tokoh Adat/Masyarakat, dan penyuluhan Hukum oleh Aparatur Negara (Pemda dan Kepolisian). Membuka Lapangan Kerja seluasnya-luasnya (oleh Pimpinan Daerah). Melakukan pengawasan secara berjenjang serta memberikan Sanksi yang berat jika kedapatan (tidak boleh kompromi) agar ada efek jera,” tuturnya.

Foto : Generasi muda Kepni

Pakar Hukum itu pun berharap agar Kepala Daerah yang baru bisa memberikan penyuluhan dan pengawasan lebih ketat. “Harapan saya adalah dengan terpilihnya para Kepala Daerah yang baru, semangat penyuluhan dan pengawasan kepada masyarakat semakin ditinggkatkan secara berjenjang. Berjenjang maksudnya di tingkat desa beri kepercayaan dan tanggung jawab kepada para Kepala Desa sebagai ujung tombak untuk memberantas judi (togel),” lanjutnya.

Foto : Ilustrasi Judi Togel

Lanjut Agustus Gea, dia menilai bahwa banyak pihak harus bisa bertanggung jawab. “Yang seharusnya bertanggung jawab ya semua Stakeholders yang ada yaitu Aparat, Tokoh Agama, Adat dan Masyarakat. Satu sama lain saling terkait,” akhirinya. Sebelumnya, Ketum (Ketua Umum) Gerakan Perjuangan Nias (Gapernas) Kepulauan Nias, Happy Agusman Zalukhu, menduga ada oknum aparat yang membackup praktek judi togel di Kepulauan Nias khusunya Kota Gunungsitoli. Hal itu disampaikan pada 2019 silam.

BACA JUGA: Tak Hanya Suami, Istri juga Bisa Selingkuh Ngamar Lho, Ini Buktinya!

Menurut Happy Agusman Zalukhu, tidak ada alasan bagi polisi untuk sulit memberantas praktek judi togel yang kabarnya belakangan ini semakin merajalela. “Dari informasi kami peroleh, memang benar praktek judi togel semakin menggeliat di Pulau Nias, khusunya Kota Gunungsitoli. Kami minta Polres Nias segera menindak tegas pelaku yang mulai meresahkan masyarakat. Namun demikian, kami berharap polisi tidak sebatas menindak juru tulis namun juga agen besarnya. Karena tanpa agen, juru tulis yang biasa mendapat persenan 20% s/d 25% dari hasil penjualan tidak akan beroperasi,” katanya.

Foto : Ketum Gapernas Happy Agusman Zalukhu

“Judi togel berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat. Selain itu, dapat pula merusak generasi muda di Pulau Nias. Sebab praktek judi togel ini sama seperti 20 tahun lalu yang pembeliannya terang – terangan dengan mengunakan kupon bewarna. Semoga Polres Nias mampu menertibkan juru tulis sekaligus agen dari judi togel tersebut. Jika ada oknum aparat yang membekingi, saya pikir rekan – rekan Ormas, LSM, dan Wartawan di Pulau Nias bersedia untuk ikut mendampingi Polres Nias,” tukas Ketum Gapernas. (Ayu Yulia Yang)

Tinggalkan Komentar