Ditengarai Pejabat dan Legislatif di Kepulauan Nias Jadi Pengguna Narkoba

0
434
Foto : Kepala BNN Kota Gunungsitoli Kompol Arifeli Zega dan Ilustrasi Pejabat dan Legislatif

Jakarta, NAWACITAPOST – Ditengarai pejabat dan legislatif di Kepulauan Nias menjadi pengguna narkoba. Sekitar tahun 2018, seorang anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan, berinisial SH, terindikasi positif mengonsumsi narkoba usai menjalani tes urine di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gunungsitoli, pada (6/7/2018). SH mengikuti tes urine hari itu guna mendapat Surat Keterangan (SK) Bebas Narkoba. Lalu belum lama pun sekitar tahun lalu, (07/03/2020) oknum kepala desa di Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut) ditangkap atas kasus kepemilikan narkoba. Selain mengamankan barang bukti paket sabu, polisi juga menyita uang tunai Rp 350 juta yang ditemukan dalam rumah pelaku.

BACA JUGA: Aparat dan ASN Dibersihkan Dulu dari Narkoba, Kepala BNN Kepulauan Nias Keluhkan Anggaran Terbatas

SK yang rencananya SH akan mempergunakan sebagai salah satu dokumen persyaratan mendaftar sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) pada 2019. “Dari sekian ratus bacaleg yang kita periksa urine, salah seorang diantaranya berinisial SH, berasal dari Kabupaten Nias Selatan, terindikasi positif narkoba,” ujar Yusman P Harefa, dokter pada Klinik Pratama BNN Kota Gunungsitoli. Narkoba yang dikonsumsi SH, katanya, berjenis morfin dan biasanya digunakan pada penderita penyakit parah dan kanker. “Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mengonsumsi narkotika jenis morfin dan biasanya digunakan pada orang – orang yang mengalami penyakit parah dan yang menderita penyakit kanker yang berstadium atas,” ungkapnya.

Foto : Polres Nias menangkap Oknum Kepala Desa

Sementara, mengenai oknum Kepala Desa, Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan mengatakan. Penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat. Ada dua pelaku diamankan yang merupakan pengguna narkoba. Satu diantaranya oknum Kepala Desa. “Kami temukan sabu 0,84 gram di tubuh pelaku (kades). Dan saat geledah rumahnya, ada uang tunai Rp 350 juta dalam laci yang disebut pelaku dana desa,” ujarnya. Identitas Kepala Desa tersebut yakni berinisial YG (55), warga Zuzundrao, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat. Sementara seorang lagi yang ditangkap yaitu BHZ, warga Desa Sisobahili Tanose’o. Keduanya terbukti memakai dan menyimpan narkotika jenis sabu.

BACA JUGA: Napas Karir Dunia Internasional, Jenderal Garang Manado Petrus Golose Pimpin BNN

YG dijerat kasus narkoba dan juga diselidiki unit Tipikor atas dugaan penyalahgunaan dana desa. Hal ini setelah ditemukan uang Rp 350 juta di lemari dalam kamar pelaku. Keterangannya, uang itu baru dia cairkan melalui rekening pribadi untuk keperluan dana desa. “Unit Tipikor sudah bergerak menyelidiki keberadaan uang ini. Karena seharusnya tidak boleh ada penarikan uang sebesar ini (Rp350 juta) oleh kepala desa,” kata pungkasnya. Keduanya pun sudah ditetapkan tersangka. Kondisi demikian sangat memprihatinkan. Terlebih kini santer isu narkoba marak pengedaran dan penggunaannya. Sementara, menurut Kepala BNN Kota Gunungsitoli pada (05/02/2021), Kompol Arifeli Zega mengatakan bahwa adanya keterbatasan anggaran untuk test urine masyarakat keseluruhan di Kepulauan Nias.

Foto : Kampanye sosialisasi narkoba melalui sosial media

Kompol Arifeli Zega pun menambahkan. Bahwa dirinya bersama jajaran BNN disana semakin gencar dalam kampanye sosialisasi upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Hal itu terutama dilakukan melalui sosial media (sosmed). Yang mana untuk mengaja semua pihak memerangi dan melawan narkoba. Tak lain untuk mewujudkan Nias dan Desa Bersinar yang ada di Kepulauan Nias. Dirinya pun sangat berharap kepada khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) membantu mengajukan anggaran untuk permasalahan narkoba. Pengajuan anggaran tersebut tentu saja merupakan kepedulian dari Pemda.

Foto : Kepala BNN Kota Gunungsitoli Kompol Arifeli Zega

“Sebab akan sangat membantu kepedulian Pemda terhadap BNN di Kepulauan Nias. Yang mana diantaranya membutuhkan sel khusus rehabilitasi sendiri. Pasalnya ini numpang di Lapas dan kondisinya juga tidak memungkinkan. Kemudian juga berharap agar bisa ditambahnya tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) yang bertugas di BNN Kepulauan Nias, terutama ASN yang ada disana. Lalu membantu mengajukan anggaran untuk test urine para ASN dan warga masyarakat yang ada di Kepulauan Nias. Terlebih untuk yang keluar masuk lewat jalur perhubungan laut itu juga penting dilakukan pemeriksaan. Kami juga mau menjelaskan bahwa kami sudah berupaya melakukan yang terbaik termasuk utamanya P4GN, sesuai program pak Presiden Joko Widodo,” pungkas Kepala BNN Kepulauan Nias. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Tokoh Agama : Duga Oknum TNI – Polri Terlibat Jaringan Narkoba di Kepulauan Nias