Foto : Menteri KKP Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti
"Benar (ada penangkapan, red) pukul 01.23 WIB di Soetta ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan. KPK tangkap berkaitan ekspor benur. Kami telah mangamankan sejumlah orang pada malam dan dinihari tadi," kata Ghufron. Sebelum ditangkap KPK, dari sosial media milik Edhy Prabowo memperlihatkan aktivitasnya di Amerika Serikat. Lantas Ketua KPK Firli pun memberikan keterangan. "Tadi malam Menteri KP diamankan KPK di Bandara 3 Soekarno-Hatta saat kembali dari Honolulu. Sekaran beliau di KPK untuk dimintai keterangan. Mohon kita beri waktu tim kedeputian penindakan bekerja dulu,” katanya.
BACA JUGA: Gisella Anastasia bersama Prianya Bakal Ditetapkan Tersangka?
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pun turut memberikan keterangan. "Kami telah mangamankan sejumlah orang pada malam dan dinihari tadi. Maaf selebihnya nanti aja, saya masih dalam perjalanan ke kantor," ujarnya. Edhy dalam statusnya mengungkap kedatangannya ke Amerika untuk menjajaki kerjasama antara KKP dan Oceanic Institut of Hawai Pacipic University. Bidang yang dijajaki oleh KKP adalah penelitian induk udang unggul meliputi kerjasama transfer teknologi dan pembangunan Broodstock Center Udang Indonesia.
-
Peristiwa ini ternyata berbanding terbalik dengan yang pernah diucapkan Edhy setahun lalu. Saat baru menjabat selama dua bulan, Edhy membuka sambutan pada acara Hari Antikorupsi Sedunia, 9 Desember 2019. "Saya mengajak semua jajaran KKP, ada 13 ribu pegawainya. Mari kita bahu membahu memberantas korupsi. Kami berharap KKP akan menjadi contoh di negeri ini merupakan organisasi pemerintahan yang bersih dari korupsi. Anda sebagai petugas yang ditugaskan oleh negara yang melayani rakyat,” katanya.
-
“Begitu ada yang dateng untuk ketemu anda, mau tidak menerima? Itu saja dulu. Kalau anda memutuskan untuk tidak terima, itu sudah korupsi. Kalau ada tamu yang datang mengadu, diterima dengan terbuka, siapa saja yang mengadu, baik itu di kantor KKP pusat, baik itu di bandara, di UPT, dan balai lainnya," tutur Edhy. Padahal sebelumnya kebijakan Edhy yang membuatnya dilakukan OTT KPK sempat ditentang oleh mantan Menteri KKP Susi. Pertentangan antara Edhy Prabowo dan Susi juga sempat menjadi perhatian publik.
-
Kini, saat Edhy Prabowo ditangkap, nama Susi Pudjiastuti trending di sosial media. Banyak netizen yang mengupload foto - foto Susi sedang meminum kopi dan paddling. Bahkan, ada netizen pun yang meminta Susi come back. Bukan tidak mungkin Susi menjabat lagi untuk KKP. Lantaran memang dia termasuk menteri yang dianggap punya kinerja yang baik. Setidaknya menurut sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga Populi Center tahun 2015 lalu.
BACA JUGA: Habib Rizieq Shihab Keberatan Test Covid 19, Positif Terpapar?
Kebijakannya menenggelamkan kapal yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia dianggap sebagai salah satu gebrakan penting dalam kabinet Presiden Joko Widodo. Bahkan ada pula yang berpendapat. Tak lain Konsultan Komunikasi Publik M. Bahrul Wijaksana. Sosok Pudji secara keseluruhan adalah tidak terlepas dari keinginan pemerintahan Jokowi untuk menampilkan pemerintahannya sebagai wakil dari 'wong cilik'. "Jokowi ingin mentransformasikan citra dirinya ke dalam kabinet yang ia pilih, karena Susi adalah representasi orang biasa, hanya lulusan SMP, dan pendidikan bukan kriteria utama," kata Bahrul.
-
Bahkan Bahrul melihat pemilihan Susi sebagai menteri seperti sebuah "olok-olok" terhadap sistem rekruitmen politik yang selama ini dilakukan oleh pemerintahan Indonesia. Yang mana menampilkan aspek-aspek elitis yang berbasis partai politik, dunia akademis dan para pesohor. "Penunjukan Susi sebagai menteri seperti punya niat menunjukkan kita sudah jengah dengan elitisme seperti itu dalam politik kita. Seandainya saya menjadi konsultan komunikasi Ibu Susi, saya akan memberi masukan baginya untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Dirinya yang orisinil ini tak bisa dilawan dengan fabrikasi (pencitraan buatan) apapun,” katanya.
-
Bahrul menyebut dalam mengemas citra politik, ada matter (materi), manner (model kemasan) dan method (metode penyampaian), dan dalam tiga aspek itu, Susi punya materi yang sangat bagus. "Tanpa melakukan banyak upaya dalam manner dan method, Susi sebagai sosok sudah bisa menarik perhatian publik," papar Bahrul. Semoga segera menemui titik terang pengganti Menteri KKP Edhy Prabowo. Siapapun penggantinya agar tidak mengulang kesalahan yang sama. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA : Artis Huru Hara Nikita Mirzani Terancam Dipenjara?