Indonesia Makin Mesra dengan China, Bisa Saja Rupiah Bikin Anjlok Dollar Amerika

0
382
Foto : Presiden China Xi Jinping, Presiden Indonesia Jokowi dan Presiden Amerika Donald Trump

Jakarta, NAWACITAPOST – Indonesia menggait China dalam upaya bekerjasama. Pada 19 Agustus 2020, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Thohir melakukan kunjungan ke Sanya. Sanya adalah nama kota paling selatan provinsi Hainan. Menjadi salah satu dari empat kota setingkat prefektur di provinsi Hainan, tenggara China. Tentu saja sudah berdiskusi terlebih dahulu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan kunjungannya. Tak lain kunjungan ditujukan dalam rangka pembicaraan bilateral dengan Menlu China Wang Yi. Kunjungan terungkap dalam cuitan Menlu Retno di akun jejaring sosial resmi miliknya @menlu_ri. Juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China, Zhao Lijian menjelaskan pada 20 Agustus 2020. Menlu Retno Marsudi merupakan menlu pertama yang diterima China karena pengendalian Covid 19.  Yang mana sedang dilakukan secara berkelanjutan. Menunjukkan China dan Indonesia sama – sama mementingkan hubungan bilateral. Dalam kunjungan, anggota Dewan Negara dan Menlu Wang Yi akan bertemu dengan Menlu Retno untuk melakukan diskusi mendalam. Tak lain tentang hubungan bilateral, kerjasama anti epidemic dan kerjasama BRI (Belt Road Initiative , jalur sutera baru). Kemudian juga akan bertukar pandangan tentang hubungan China – ASEAN dan masalah internasional regional lainnya yang menjadi kepentingan bersama.

BACA JUGA: Din Syamsudin dan Gatot Nurmantyo CS Kadalkan Dubes Palestina dan Putri Proklamator

Foto : Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping

China dan Indonesia memiliki kesamaan kepentingan yang luas. Yang mana secara alami menjadikan kedua negara cocok untuk menjadi mitra  dalam kerjasama seiring dengan posisi kedua negara yang sama – sama penting dan berkembang. Telah mencapai perkembangan pesat. Mencapai hasil yang nyata dalam kerjasama BRI dan kemajuan yang stabil dalam proyek – proyek unggulan. Seperti KA kecepatan tinggi Jakarta – Bandung dan Koridor Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Corridor, RCEC). Pejabat tinggi kedua negara telah melakukan beberapa panggilan telepon satu sama lain. Pemerintah, militer, daerah dan masyarakat sipil telah saling membantu satu sama lain. Menunjukkan persahabatan persaudaraan. Pada Desember 2019, Menlu Retno juga sudah bertemu dengan Menlu China Wang Yi. Kemenlu dalam pernyataan resmi menyatakan. Tahun 2020 memang menandai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara China dan Indonesia. Menghadirkan peluang pengembangan baru untuk hubungan bilateral. China siap bekerja sama dengan Indonesia. Mengimplementasikan konsensus antara kedua kepala negara. Menjadikan respon epidemic dan pembangunan sebagai dua jalur utama. Kerjasama juga memperdalam rasa saling percaya dan sama – sama menegakkan multilateralisme dan keadilan internasional. Memajukan kemajuan yang lebih besar dalam hubungan China Indonesia. Membawa lebih banyak manfaat bagi Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, China dan kawasan.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Kampanye Bicara Rp 11.000 Triliun, Tagihnya ke Jokowi? Ini Faktanya

Foto : Presiden Jokowi dan Presiden Amerika Donald Trump

China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Total nilai perdagangan Indonesia China pada tahun 2018 mencapai US$ 72,6 miliar atau setara dengan Rp 1.074 triliun (kurs Rp 14.800/US$). China merupakan investor asing ketiga terbesar. Yang mana total investasinya pada tahun 2018 mencapai angka US$ 2,3 miliar. Upaya membangun kerjasama dengan China sepertinya sangatlah tepat. Bisa membangkitkan gairah pasar investasi perdagangan. Sehingga nantinya nilai rupiah bisa sedikit ada perbaikan dari pelemahannya. Lantaran nilai rupiah terhadap dollar mengalami pelemahan cukup signifikan. Mata uang rupiah pada perdagangan 18 Agustus 2020 melemah 0,34 persen atau 50 poin menjadi Rp 14.845 perdolar AS. Indeks dollar AS koreksi 0,28 persen menuju 92,587. Nilai dollar terhadap dunia termasuk sepuluh besar nilai mata uang tertinggi. Sementara bisa saja untuk menstabilkan nilai mata uang dollar, terlihat menggandeng Filipina dan India. Melakukan diskusi dan memutuskan untuk memperluas kemitraan strategis di Laut China Selatan. Disampaikan kedua negara disaat militer China dan AS telah saling memperkuat kehadiran. Filipina sebelumnya memang memiliki masalah sengketa di Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di perairan. Sementara India memiliki masalah di perbatasan Himalaya, Lembah Galwan. Upaya Amerika untuk menguasai dunia nampaknya semakin mantap. Upaya – upaya yang dilakukan baik secara sembunyi – sembunyi maupun secara terang – terangan sudah mulai dilancarkan. Pentagon mungkin menggunakan model adudomba terselubung dengan menggunakan lembaga Intelegentnya, CIA. Sedangkan untuk wilayah Asia yang mana masyarakatnya terlihat lebih akomodatif, menggunakan intervensi terang – terangan. Sehingga Indonesia dirasa tepat gait China untuk memperbaiki roda perekonomian. Dimulai dari nilai mata uang rupiah dibanding dollar Amerika dan lainnya. Tentunya agar tidak benar – benar anjlok nilai tukarnya. Bukan tidak mungkin jikalau Indonesia makin mesra dengan China, nilai mata uang rupiah bisa lebih tinggi daripada dollar Amerika. Sehingga nantinya kemungkinan nilai mata uang Dollar Amerika anjlok. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?