Klaim Dubes Palestina Hadir Deklarasi KAMI, Ternyata Dibohongi

0
906
Foto : Klaim Dubes Palestina Hadir Deklarasi KAMI, Ternyata Hoax

Jakarta, NAWACITAPOST – Duta besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun terpantau hadir ke acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Ternyata hoax. Padahal sebelumnya, Din Syamsuddin sempat mengamini kepada media. Bahwa pihaknya telah mengundang sejumlah tokoh dan atau pejabat dan duta besar untuk menghadiri acara deklarasi pembentukan KAMI. Para dubes yang diundang adalah AS, Inggris, Australia, Rusia, Mesir, Saudi Arabia, Palestina, Iran dan negara – negara ASEAN. Sebagian menjawab tidak bisa hadir karena tidak berada di tempat, sebagian tidak ada jawaban. Dubes Palestina adalah satu – satunya dubes yang hadir. Namun memang hanya hadir di dua acara pertama (peringatan 75 tahun kemerdekaan dan hari konstitusi 18 Agustus). Disayangkan justru sosok potret Dubes Palestina nampak marak dibagikan sejumlah pihak terkait deklarasi KAMI. Kehadiran sang dubes menuai polemik di akun jejaring sosial. Beberapa pihak menganggap kehadirannya di deklarasi KAMI memiliki nuansa politik. Sementara perwakilan negara asing di suatu negara seharusnya netral. Tidak ingin polemik berkepanjangan, Dubes Zuhair mengklarifikasi berita miringnya. Ternyata diundang Din Syamsuddin via WhatsApp (WA). Padahal, hanya menganggap Din Syamsuddin sebagai sahabatnya saja. Din Syamsuddin juga adalah Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia – Palestina. Namun justru merembet kemana – mana tentang kehadirannya.

BACA JUGA: Belum Sadar Diri, Rizal Ramli Ingin Gantikan Jokowi?

Foto : klarifikasi Dubes Palestina

Din Syamsuddin merupakan salah satu deklarator KAMI. Beberapa tokoh juga hadir seperti Titiek Soeharto, Gatot Nurmantyo, Refly Harun dan Rocky Gerung. Dubes Palestina sudah pulang dari acara pada sekitar pukul 14.30 WIB. Pihak Kedubes Palestina kaget melihat komentar negatif di media sosial (medsos). Sebab Dubes Zuhair tak punya niat politik dalam deklarasi KAMI. Ketika diundang oleh Din Syamsuddin, Dubes Zuhair mengira acara terkait 17 Agustus. Pihak Kedubes Palestina menegaskan sama sekali tidak berniat ikut campur dunia politik di Indonesia. Pihak Kedubes Palestina menegaskan tak ada niat sama sekali menentang pemerintah sah di Indonesia. Apalagi pemerintah Indonesia dianggap pro-Palestina. Selama ini pemerintah Indonesia tetap konsisten dengan Palestina. Dubes Zuhair pun konsisten untuk tidak menghadiri acara partai politik di Indonesia. Sebab, tak ingin dianggap memihak. Din Syamsuddin dituding menjebak Dubes Palestina agar hadir dalam deklarasi KAMI pada 18 Agustus 2020. Sepertinya Din Syamsuddin sepertinya sengaja mengaburkan undangan deklarasi KAMI. Terlebih pada yang ditujukan kepada Dubes Palestina. Tudingan bahwa Din Syamsuddin menjebak Dubes Palestina mencuat setelah memberi klarifikasi. Bahwa pihaknya mengira deklarasi KAMI merupakan perayaan HUT ke 75 RI (Republik Indonesia), bukan acara politik.

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Foto : Deklarasi KAMI

Menanggapi tudingan, Din Syamsuddin mengatakan. Ada kesalahpahaman dari pihak Kedutaan Besar Palestina dalam memahami undangan. Dubes Palestina tidak membaca undangan secara seksama. Ada tiga acara yang digelar sekaligus yang disampaikan dalam undangan. Pihaknya memang mengundang belasan duta besar dalam acara KAMI. Dalam undangan berbahasa Inggris yang dikirimkan ke para dubes juga disertakan poster dan tiga rangkaian acara KAMI. Tiga rangkaian acara antara lain peringatan 75 tahun kemerdekaan, peringatan hari konstitusi dan deklarasi KAMI. Sungguh disayangkan, klarifikasi Dubes Palestina pun berbuntut panjang. Pasalnya memberikan surat resmi. Bukan main – main sekadar lisan saja. Bahwasanya tertulis didalamnya hanya hadir dalam peringatan 17 Agustusnya saja. Bukan untuk hadir dalam deklarasinya. Bahkan kehadirannya hanya 5 menit. Hanya hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Tentu saja dinilainya sakral bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemudian juga sebenarnya rakyat dan pemerintah Palestina mengapresiasi dukungan dan bantuan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Pemerintahannya dinilai terhormat dan masyarakat Indonesia begitu ramahnya. Ditegaskan bahwa bukan bagian dari dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia. KAMI terindikasi gerakan politik. Koalisi mendengungkan tuntutan untuk dihentikannya praktik korupsi, kolusi, nepotisme, oligarki hingga politik dinastik Presidium KAMI, Din Syamsuddin menegaskan KAMI adalah gerakan moral. Gerakan moral tak lepas dari politik. Tapi politik moral ya. Politik yang perjuangkan nilai, kejujuran keadilan supaya ditegakkan, bukan politik kekuasaan semacam yang berorientasi pemakzulan. Disampaikan Din Syamsuddin dalam channel Youtube Refly Harun 18 Agustus 2020. Sebenarnya sama saja mengiyakan yang ditudingkan kepada KAMI bahwasanya berbau politik dengan bahasa tersiratnya politik moral. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Amien Rais Berdalil, Jokowi Otoriter Diumpamakan Fir’aun?