Ultimatum Jokowi, Gatot Nurmantyo Koalisi Din Syamsudin

0
978
Foto : Presiden Jokowi, Din Syamsudin, Menhan Prabowo Subianto dan Gatot Nurmantyo

Jakarta, NAWACITAPOST – Mencuat keras nama mantan Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Masuk dalam bursa Calon Wakil Presiden (Cawapres) Jokowi 2019. Dirinya mengaku bersedia jika diminta menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam pilpres (pemilihan presiden) 2019. Tentunya dirinya merasa penuh rasa syukur. Tersanjung karena mendapat kehormatan dan penghormatan. Dirinya merasa memiliki banyak pengalaman dalam memimpin lembaga dan organisasi tingkat nasional. Diantaranya adalah memimpin Muhammadiyah sebagai Ketum Pimpinan Pusat ke 14. Din juga pernah memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sekarang menjadi Dewan Pertimbangan di lembaga. Pada tahun 1999, Din menjadi wakil ketua fraksi Karya Pembangunan MPR RI. Bisa menjadi modal untuk menjadi cawapres. Dikatakannya pada 3 Agustus 2020.

BACA JUGA: Cantiknya Istri Erick Thohir Bak Seorang Permaisuri

Foto : Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto

Sama halnya dengan Gatot Nurmantyo. Nama mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga sempat santer masuk dalam bursa pilpres (pemilihan presiden) 2019. Gatot bahkan mengaku ditawari masuk Gerindra saat bertemu Prabowo. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo mengakui. Nama Gatot masuk dalam daftar cawapres pendamping Prabowo Subianto. Terlebih dinilai masyarakat dinilai lebih memahami nama tokoh ketimbang latar belakangnya. Demikian hasil survei yang digelar Political Communication (Polcomm) Institute. Direktur Eksekutif Polcomm Institute Heri Budianto mengatakan pada 25 Maret 2018. Gatot mengalahkan sejumlah nama yang dinilai pantas untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2019. Mayoritas responden menjawab Gatot Nurmantyo 21,83 persen. Bahkan diyakini dalam pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria pada 3 April 2018. Walau memasang keinginan menjadi capres (calon presiden), Gatot diperkirakan akan mau bila disandingkan dengan Prabowo dan menjadi cawapres. Namun, Gatot tak masuk sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Sebelum Tuntut Jokowi, Amien Rais Kudu Lakoni Yogyakarta – Jakarta Jalan Kaki

Foto : Din Syamsudin dan Gatot Nurmantyo

Lantas kemudian dianggap Gatot kecewa tak jadi cawapres. Mengultimatum pihak yang dulunya diharapkan disandingkan dengannya. Diperlihatkan Gatot sama sekali tidak mendukung Prabowo – Sandi. Jika dia mendukung, Gatot pasti diam saja saat fotonya dicatut. Namun Gatot marah dan meminta fotonya diturunkan oleh kubu Prabowo – Sandi. Keinginan Gatot untuk menjadi capres atau cawapres sudah jauh – jauh hari dinyatakannya. Harapan Gatot merapat di kubu Prabowo adalah ingin dipilih menjadi capres atau cawapres. Minimal dipilih sebagai ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) kampanye Prabowo – Sandi. Demikian pula ditunjukkan kekecewaan oleh Din Syamsudin gagal jadi cawapres Jokowi. Din mendeklarasikan secara resmi organisasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada 18 Agustus kemarin. Mengklaim terdapat 150 orang yang jadi anggota koalisi. Terdiri atas berbagai elemen masyarakat. Din juga menyebut KAMI telah menyiapkan delapan tuntutan untuk pemerintah dan Presiden Jokowi saat deklarasi. Berisi butir keprihatinan terhadap kondisi negara. Mulai dari bidang ekonomi, politik, sosial, hukum, HAM hingga sumber daya alam.

BACA JUGA: Belum Sadar Diri, Rizal Ramli Ingin Gantikan Jokowi?

Foto : undangan deklarasi KAMI

Ada tuntutan kepada penyelenggara negara, pemerintah dan tuntuan spesifik kepada presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan. Sebelumnya, Din pernah mengumumkan keberadaan KAMI pada 2 Agustus lalu. Beberapa tokoh turut hadir pada acara yang digelar di suatu restoran di Fatmawati, Jakarta Selatan. Adalah Mantan Sekretaris Kementarian BUMN Said Didu, akademisi Rocky Gerung, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, MS Kaban, Jumhur Hidayat, hingga Sri Bintang Pamungkas. Nama – nama lain yang disebut masuk ke dalam gerakan KAMI adalah Rizal Ramli, Rahmawati Soekarnoputri, Taufik Ismail dan Gatot Nurmantyo. Bahkan disebarkan juga oleh akun Twitter Din Syamsuddin (@OpiniDin). Yakni berupa mengunggah sejumlah poster dengan ilustrasi para tokoh yang hadir dalam Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Selain memuat tokoh, poster juga menyelipkan kalimat – kalimat. Salah satu contohnya, pada poster yang bergambarkan wajah Gatot.

BACA JUGA: Tangan Ahok Sapu Bersih Enyahkan Korupsi di Tubuh Pertamina

Foto : Logo KAMI

Diunggah dengan tulisan kalimat ‘Bersama Gerakan KAMI, mari hancurkan pemerintahan oligarki ini! Sudah saatnya rakyat mengambil alih!’. Adapun poster lain yang bertuliskan ‘Tidak ada titik kembali dan tidak ada titik menyerah! Rakyat harus bersatu dan cabut mandat rezim Jokowi sekarang juga! Salam Merdeka! Kami (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia). Dimintai konfirmasi secara terpisah, Din selaku pembentuk KAMI berdalih. Mengakui kalau akun @OpiniDin adalah akun Twitter pribadinya. Namun sudah lama tidak diakses. Twitter saya dikendalikan pihak tertentu, mungkin oleh pihak yang punya kemampuan meng-hack. Din pun meminta para followernya mengabaikan cuitan – cuitan. Tapi dilanjutkan lagi yang mengherankan. Akunnya di hack tapi dirinya akan menutup akunnya dalam waktu dekat. Sementara, terkait poster yang diunggah, Din memastikan bukan buatan KAMI. Jadi tinggal menunggu waktu saja. Pasalnya usai deklarasi justru rakyat serentak membully para deklarator KAMI dengan berbagai pernyataan. Bahwa tokoh – tokoh buangan dan pengangguran tidak didengar masyarakat. Karena rakyat lebih yakin dan percaya Jokowi sudah bekerja dengan sungguh – sungguh. Kemajuan yang nyata sudaj bisa dirasakan di seluruh Indonesia. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Gibran, Sang Putra Presiden Jokowi Ditantang Wanita Cantik