Foto : Gibran dan Astrid

Jakarta, NAWACITAPOST – Astrid S. Suntani atau akrab disapa Astrid, merupakan seorang perempuan cantik dan berhijab menantang sang putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Yang mana dimaksud Gibran Rakabuming Raka. Tantangannya dimaksudkan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Solo. Bahkan Astrid mendeklarasikan menjadi bakal calon walikota Solo pada 9 Agustus 2020. Dirinya menyatakan siap bersaing dengan Gibran. Astrid pernah bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ingin menjadikan Solo sebagai pusat etika timur untuk dunia. Bisa menjaga martabat dari Jokowi. Dirinya sering banyak melihat di akun jejaring sosial dan media, Gibran tidak dapat lawan. Sehingga dirinya ingin menjadikan semua warga Solo dan umat manusia hidup saling menghormati dan menghargai. Tak ada saling fitnah dan membully. Dikatakannya di Hotel Lorin Solo di Colomadu Karanganyar pada 10 Agustus 2020.

BACA JUGA: Tangan Ahok Sapu Bersih Enyahkan Korupsi di Tubuh Pertamina

Foto : Gibran – Teguh bersama Ketua DPR Puan Maharani dan PDIP

Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk meramaikan bursa Pilkada Solo. Terlebih Jokowi welcome. Daripada membully, lebih baik mencalonkan diri. Agar Gibran tidak melawan kotak kosong. Maju juga untuk menjaga marwah demokrasi di Indonesia. Sebelumnya, sejumlah sosok baru dan lama bermunculan. Tak lain untuk meramaikan bursa cawali (calon walikota) – cawawali (calon wakil walikota) dalam Pilkada Solo. Sebut saja nama Gibran yang sebelumnya tidak pernah berkecimpung di dunia politik. Kini sudah resmi diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai cawali. Ada juga dua anak almarhum Pakubuwono (PB) XII, dulu Raja Keraton Solo. Yakni BRA Putri Woelan Sari Dewi dan BRM Suryo Syailendra Soepomo. Namun kedua cucu PB XII belum mendapatkan kendaraan untuk maju sebagai cawali – cawawali. Cucu PB XII BRA Poetri Wulan telah mendekati sejumlah partai politik non PDIP untuk menggalang dukungan. Beberapa waktu lalu, Putri Woelan bertemu wakil walikota Solo Achmad Purnomo.

Baca juga :  Muhadjir Effendy Minta Inovasi Sains dan Akademik dari Universitas Bantu Penanggulangan Covid-19

BACA JUGA: Pilkada Pernah Dimenangkan Kotak Kosong di Indonesia, Jusuf Kalla Tolak Demokrasi?

Foto : Gibran – Teguh bersama PDIP

Selain ke Achmad Purnomo, dia juga menemui jajaran pengurus DPD PKS Solo. Yaitu guna menjajaki kemungkinan berkolaborasi. Dia ingin menggalang kekuatan melawan duet Gibran – Teguh. Putri Woelan memilih PKS karena satu – satunya parpol (partai politik) pemilik kursi di parlemen. Yang mana ingin menggalang koalisi gabungan untuk menantang Gibran. Selain PKS, Putri telah menjalin komunikasi dengan beberapa pengurus parpol yang tidak memiliki kursi di parlemen. Namun, PKS dan Putri harus bekerja ekstra keras bila ingin mewujudkan koalisi. Karena parpol pemilik kursi di DPRD Solo merapat ke PDIP. Seperti PAN, Partai Golkar, Partai Gerindra (tiga kursi) dan PSI (tiga kursi). Untuk bisa mengusung pasangan cawali – cawawali parpol atau gabungan parpol di Pilkada Solo, setidaknya harus memiliki sedikitnya sembilan kursi. Di sisi lain, satu persatu parpol pemilik kursi di DPRD Solo memberikan surat rekomendasi cawali-cawawali. Tak lain kepada pasangan Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa yang diusung PDIP. Kekuatan PDIP semakin bertambah. Peluang terbentuknya koalisi gabungan parpol nyaris tertutup. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?