BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Foto : PDIP
Kini simpatisan PDIP sudah berbeda dari dulu. Terutama sejak kepartaian PDIP dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri. Mampu meredam simpatisannya dalam demonstrasi yang dilakukan. Tapi, lawan politik terus saja berulah. Membuat singa yang sedang tertidur menjadi terbangun. Sehingga fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan marah besar. Sebegitu anarkis partai berusung khilafah sebagai lawan politiknya dalam menyampaikan aspirasinya. Telah melakukan pembakaran bendera partai dalam aksi demonstrasi penolakan Rancangan Undang - Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Tepatnya terjadi pada 24 Juni 2020. Bendera adalah lambang kehormatan. Namun, sudah mengabaikannya. Tetap saja membakarnya.
BACA JUGA: Hasil Autopsi Sudah Sebulan Belum Keluar, Misteri Kematian Kristin Belum Terungkap
-
Demikian bisa mengubah simpatisan dan kader fraksi PDIP. Tentu saja bisa mengamuk lumat lawan politiknya. Namun, tetap saja mengedepankan solid dan santunnya. Meskipun sudah jelas PDIP merupakan partai militan dan mempunyai kekuatan grassroot. PDIP lebih memilih jalur hukum dan konstitusional dengan kepala dingin. Megawati Soekarnoputri pun turut meredam amarah para kadernya dengan menuliskan pada 26 Juni 2020. PDIP adalah partai yang sah. Dibangun melalui sejarah panjang. Berakar kuat pada sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tak lain melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan oleh Bung Karno pada tanggal 4 Juli 1996. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Kontrak Freeport Ditandatangani oleh Soeharto Usai G30SPKI, Ada Apa?