Foto : Suasana Walikota Pekalongan Aaf dan Wakilnya Salahudin disumpah jabatan
Aaf menyampaikan pada (26/02/2021) pasca pelantikan yang mana didampingi Salahudin. Bahwa program 100 hari itu juga adapun dikawal semaksimal mungkin. Termasuk juga Wadul Aladin yang sudah bisa melayani responsif. “ Yang kita programkan tadi ada delapan itu insya Allah kita akan kawal bersama untuk program 100 hari Saya dan Pak Salahudin. Karena ini zamannya sosmed ya. Dan sesuai dengan tagline kita Takhta untuk Rakyat, ini kan kita inginnya semua elemen itu terlibat ya. Terutama dari masyarakat memberikan masukan keterkaitan pembangunan atau permasalahan di lingkungan masing – masing. Di Kelurahan masing – masing dan sebagainya sangat kita perlukan,” terangnya.
-
“Sebab itu tadi Saya bersama Pak Salahudin, bersama para OPD, bersama para Forkopimda, bersama para DPRD dan segala macam mengetahui masalah – masalah yang ada di masing – masing wilayah. Nah itu kita membuka karena sekarang zamannya sosmed, zamannya dunia digital, jadi kita membuka Wadul Aladin supaya kita bisa menerima masukan – masukan dari masyarakat keterkaitan masalah yang ada di wilayah masing – masing. Itu juga program dari Kominfo, jadi bisa mendengar. Sekarang sudah siap. Ini ada wa dan sosial media yang lain,” tutur Aaf melanjutkan.
BACA JUGA: Anies Baswedan Masih Menyandang Gelar Gubernur Terbodoh?
Aaf juga mengatakan bahwa rilis resmi akan dikeluarkan oleh Kominfo. “Jadi masyarakat bisa tahu dan melaporkan masalah yang ada. Tentunya plot ada, tetapi hari Senin. Kita mulai bekerja keras, kita juga mulai pusing memikirkan masalah di Pekalongan. Tapi kita sudah berkomitmen bersinergi oleh semua lapisan masyarakat. Kita juga berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk bagaimana menjalankan program – program untuk di OPD masing – masing ini kita juga komunikasi dengan BPK dan KPK. Mudah – mudahan semuanya bisa berjalan aman, lancar dan sesuai aturan,” pungkasnya.
-
Senada pun diungkapkan oleh Kepala Diskominfo Kota Pekalongan Yos Rosyidi menuturkan. Bahwa adapun no WhatsApp khusus untuk Wadul Aladin ini. “Jadi karena untuk pengaduan itu sebetulnya sudah ada beberapa yang sudah ada di Pemerintah Kota Pekalongan. Antara SP4N LAPOR melalui website, SMS ke 1708 itu sudah ada. Kemudian yang kedua adalah kegawatdaruratan melalui call centre yang ini gratis ke 112. Kemudian yang ketiga adalah bisa melalui pengaduan melalui radio yang kita punya yaitu Radio Kota Batik (RKB). Kemudian yang keempat, yang kelima ini yang baru yang nanti akan dilaunching,” jelasnya.
-
“Ini adalah WA pengaduan online. Jadi wadul itu adalah kepanjangan atau singkatan dari wa pengaduan online aladin. Karena wa ini berarti platformnya adalah whatsapp di no 0816644000. Jadi nanti masyarakat kalau akan menyampaikan baik itu aspirasi, laporan maupun pengaduan itu bisa melalui nomor whatsapp 0816644000. 24 jam online. Dan itu nanti memang akan kita balas secara mesin dulu ya pakai akun business. Sehingga nanti pelayanannya nanti maksimal dalam tiga hari, paling lambat ya. Nanti harus sudah ada jawaban dari Pemerintah Kota. Apakah itu mungkin nanti mau dikoordinasikan dulu. Apakah itu dipenuhi. Tapi jawaban itu maksimal tiga hari,” papar Yos.
-
Yos pun meyakini bahwa dengan adanya Wadul Aladin, masyarakat bisa mudah memberikan masukan – masukan kepada Pemerintah Kota. Ada pula melalui sosial media (sosmed) dalam mengakses pengaduan onlinenya. “Untuk sosmed itu melalui akun – akun sosmed yang ada di Pemerintah Kota yaitu di instagram Pemkot maupun Dinkominfo. Kemudian ke instagram protokol. Kemudian juga di fanspage facebook Dinkominfo dan facebook protokol. Jadi semuanya termasuk di twitter juga bisa. Jadi itu semua kita gunakan untuk menampung disamping untuk memberikan informasi juga untuk menampung informasi. Sudah dicek, tak bagi, nanti bisa lihat,” tukasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Kota Patriot Bekasi adalah Cerminan Mini NKRI