Pemilik Pangkalan Gas Elpiji Dinilai Lebih Utamakan Pengecer Pakai Keranjang Dibanding Masyarakat Miskin

0
379
Foto : Pemilik Pangkalan Gas Elpiji Dinilai Lebih Utamakan Pengecer Pakai Keranjang Dibanding Masyarakat Miskin

Siak, NAWACITAPOST – Kurangnya pengawasan dari pemerintah daerah (pemda) melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kabupaten Siak dan Pertamina, pangkalan atau agen gas elpiji bersubsidi 3 kg dinilai lebih mengutamakan penjualan gas 3 kg. Terlebih kepada pengencer pakai keranjang mengatasnamankan UMKM daripada masyarakat miskin. Akibatnya, gas 3 kg sangat sulit diperoleh oleh warga yang ada di kecamatan Tualang kabupaten Siak. Masyarakat kecamatan Tualang menengah ke bawah lebih mudah mendapatkan gas bersubsidi di kios – kios atau lapak – lapak eceran daripada di pangkalan atau agen resmi. Namun, harganya sampai Rp 20.000 – 25.000 pertabung. Tentu diatas harga subsidi atau Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah kabupaten Siak Rp 16.000 pertabung. Pemilik pangkalan elpiji di jalan Indah Kasih kelurahan Perawang kecamatan Tualang kabupaten Siak saat dikonfirmasi pada 3 September 2020. Tidak mau memberikan namanya. Berdalih dengan suara keras lantanbg. Dirinya juga merupakan wartawan online Lira New dan bendahara Lira provinsi Riau. Mengakui menyalahi prosedur tapi UKM membantu penjualan. Maka memberikan 20 tabung pakai keranjang walaupun salah. Prosedur pembagiannya kadang menggunakan KK warga saat pengambila. Tapi karena tidak sempat ya diberikan kepada pengecer. Ya walaupun pakai keranjang banyak jumlahnya. Salah seorang warga kecamatan Tualang kelurahan Perawang, Sineng (48) mengatakan. Gas elpiji 3 kg sangat sulit didapatkan dengan harga HET.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Kampanye Bicara Rp 11.000 Triliun, Tagihnya ke Jokowi? Ini Faktanya

Foto : Pemilik Pangkalan Gas Elpiji Dinilai Lebih Utamakan Pengecer Pakai Keranjang Dibanding Masyarakat Miskin

Agen mengutamakan pengecer pakai keranjang daripada warga sekitar kelurahan Perawang. Kelangkaan gas bersubsidi akibat kurangnya pengawasan dari pemerintah kabupaten Siak, khususnya Disperindagkop. Sehingga membuka peluang bagi agen – agen dengan kios pengencer demi meraup keuntungan. Ya walaupun harus mencekik masyarakat miskin. Menurut pantauan, di beberapa pangkalan atau agen di kecamatan Tualang kabupaten Siak, setiap truck distributor membongkar gas. Yang mana ada di pangkalan atau agen selalu disesaki masyarakat guna memperoleh gas 3 Kg. Kepala Disperindagkop kabupaten Siak, Wan Ibrahim dikonfirmasi melalui via selularnya belum ada respon. Bahkan hingga berita diturunkan belum ada jawaban. Sementara Kabid Disperindang Hendra melalui chat pribadi mengatakan. Terima kasih informasinya. Besok akan ditindaklanjuti di lapangan jika ada penyimpangan dalam pendistribusian. Terutama dari pangkakan atas temuan. Kepala UPTD atau pengawasan elpiji di kecamatan Tualang Oheng menjelaskan via selular. Kalau gas subsidi 3 kg pangkalan mengutamakan pelangsir pakai keranjang. Yang mana membawa 20 – 25 tabung. Pihak pangkalan atau agen sudah salah besar. UKM seperti gorengan paling diberikan 3 jika langka 2 tabung. Demikian sudah merugikan masyarakat. UPTD kecamatan Tualang sebagai pengawasan disampaikan kepada pimpinan. Agar turun melakukan tindakan terhadap pangkalan – pangkalan yang ada di kecamatan Tualang dan terkhusus di pangkalan jalan Indah Kasih yang sudah menyalahi aturan. (Sokhiaro Halawa)

BACA JUGA: Fahri Hamzah Akui Ahok, Tantang Jokowi