Jumat, 5 Juni 2026

Presiden Jokowi Turun Tangan Peduli Korban Terdampak Banjir di Pekalongan

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Jumat, 12 Februari 2021 | 22:48 WIB
Pekalongan, NAWACITAPOST – Rasa sosial dan kepedulian Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu tinggi. Dia sangat memikirkan kondisi rakyatnya. Tidak hanya yang terdampak Covid 19 saja. Melainkan korban terdampak bencana lainnya. Seperti yang terjadi di Kota dan Kabupaten Pekalongan. Presiden Jokowi menginstruksikan jajaran Staf Kepresidenan untuk meninjau langsung dan memberikan bantuan sembako sebanyak 1000 paket untuk Kota dan Kabupaten Pekalongan. Bantuan dari Presiden Jokowi diserahkan oleh Staf Kepresidenan Tatang dan Ismail. Untuk Kota Pekalongan, bantuan 500 paket diterima langsung oleh Wakil Walikota H. Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf) dan Kepala BPBD Saminto. Sedangkan untuk Kabupaten Pekalongan, bantuan 500 paket diterima langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan. Disaksikan juga oleh Kepolisian dan TNI.

BACA JUGA: Mensos Risma Apresiasi Penanganan Banjir di Kota Pekalongan

Foto : Bantuan dari Presiden Jokowi yang diserahkan oleh Staf Kepresidenan ke Pemerintah Kota Pekalongan

Kepala BPBD Kota Pekalongan, Saminto, menuturkan ke Nawacitapost pada (12/02/2021). Bahwa bantuan sudah dibicarakan sejak tadi malam. Alhamdulillah ya mas tadi hari ini terbentuk formasi tadi malam dari Staf Kepresidenan. Kami itu dibel dari Pak Tatang, beliau mau datang langsung memberikan bantuan di Kota Pekalongan untuk para korban bencana banjir ini. Kalau kita bicara sasaran memang masyarakat yang terdampak banjir ya. Karena Kota Pekalongan kalau kita bicara yang terdampak jumlahnya sekitar 4000 lebih lah. Tadi ini kita diberi 500 paket yang sudah dimasukkan ke dalam tas. Ada beberapa bantuan dalam satu paket. Ada beras, ada gula, ada teh, ada masker, ada minyak goreng. Dalam 1 paket itu ada 5 macam,” jelasnya.

-
Foto : Wakil Walikota Pekalongan Aaf, Kepala BPBD Saminto bersama Staf Kepresidenan Tatang dan Ismail

Saminto menjelaskan bahwa ini merupakan bantuan pertama kalinya untuk korban terdampak banjir yang langsung dari Presiden Jokowi. “Baru ini kita dapat dari pusat, bahkan dari Pak Presiden langsung. Jadi kita bagikan ke beberapa titik. Kecamatan Pekalongan Barat, Utara dan Timur,” katanya. Disinggung mengenai kelanjutan bantuan, dia menjelaskan bahwa kelanjutannya situasional. “Yang penting kami diberi tugas untuk mengkoordinir di kota Pekalongan dan disaksikan langsung oleh Staf Kepresidenan langsung,” ujarnya.

-
Foto : Simbolis penyaluran bantuan ke warga terdampak banjir

Sementara ditanya mengenai data yang akan penerima bantuan, Saminto menyatakan bahwa pihaknya sudah mempunya data yang jelas. “Kalau kita sih data ada. Nanti kita laporkan dalam bentuk dokumen dan sebagainya. Karena 500 paket, tentunya 500 paket yang kita laporkan melalui Bapak Tatang. Terima kasih yang kami sampaikan. Barang – barang yang sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini. Warga tidak bisa masak dan sebagainya. Walaupun belum bisa mencukupi ya. Tapi seberapa besar bantuan apapun ya kita ucapkan terima kasih. Semoga bermanfaat bagi masyarakat kita,” pungkasnya.

-
Foto : Kepala BPBD Saminto dan staff Dimas Arga Yudha bersama Staf Kepresidenan Tatang dan Ismail

Senada disampaikan oleh Wakil Walikota Pekalongan Aaf menyampaikan ucapan syukur mendapatkan bantuan langsung dari Presiden Jokowi. Bahkan dia sangat berterima kasih, usai bantuan dari Kementerian Sosial yang langsung dibagikan oleh Menteri Sosial Risma, kini dari Presiden Jokowi. “Ya Alhamdulillah pada sore hari ini Pemerintah Kota Pekalongan mendapat bantuan 500 paket sembako dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Alhamdulillah ini. Mudah – mudahan menjadi berkah untuk Kota Pekalongan. Setelah tadi malam mendapatkan bantuan dari Kemensos, pada sore hari ini langsung dapat bantuan dari Bapak Presiden. Tentu kita salurkan kepada warga terdampak banjir,” ungkapnya.

-
Foto : Bantuan dari Presiden Jokowi

Sementara ketika ditanya persoalan banjir yang cukup sering terjadi di Kota Pekalongan, Aaf menjelaskan bahwa adapun beberapa kendala yang belum terselesaikan. “Ya perkembangan banjir, curah hujan sudah sangat sangat menurun, sangat sangat berkurang. Tetapi daerah – daerah yang terdampak ini masih banyak. Karena struktur tanah yang cekung, terus daerah – daerah yang menjadi aliran air hujan tetapi tidak bisa keluar. Nah ini yang masih menjadi masalah di beberapa daerah atau kelurahan. Seperti Clumprit, Kramat Sari, Pasir Sari, Tirto, Panjang, Bandengan, semuanya masih ada tergenang banjir. Bahkan masih ada yang 1 meter lebih,” tandasnya. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Aparat dan ASN Dibersihkan Dulu dari Narkoba, Kepala BNN Kepulauan Nias Keluhkan Anggaran Terbatas

 

 

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini