Adriel Lahagu, Bayi Penderita Kanker Butuh Uluran Tangan Kasih

0
1492
Foto : Kondisi Adriel Lahagu

Jakarta, NAWACITAPOST – Setiap manusia memiliki jalan hidupnya masing – masing. Terkadang begitu sayang Tuhan terhadap umatNya. Memberikan kasih dengan menguji umatNya. Termasuk juga ingin mengetuk sesama sebagai kasih antar sesama. Mengingatkan bahwa segala yang dimiliki hanyalah titipan semata. Jumat kemarin (11/9/2020), perwakilan tim bantu sesama Nawacitapost mengunjungi Adriel Lahagu atau biasa disapa Adriel. Yang mana merupakan penderita kanker mata stadium 4 yang sedang dirawat di RSUP Adam Malik Medan. Didapat info dari orang tuanya. Sang anak masih bayi berusia sekitar 2,6 tahun. Setahun lalu, pernah mengalami demam tinggi dan mata memerah. Lantas dibawa ke RS Gusit. Pihak RS Gusit menerangkan. Pasien hanya infeksi biasa. Orang tua dan anak pun balik ke rumahnya di Desa Lolomboli Mandrehe Nias Barat. Tidak lama kemudian, Adriel mengalami demam tinggi, kejang – kejang dengan kondisi mata sebelah kanan mulai membengkak. Sang anak langsung dilarikan ke RS Gusit. Lagi – lagi pihak RS Gusit menyatakan kalau Adriel mengalami step. Usai pemeriksaan, kembali ke rumahnya. Sepertinya ada kejanggalan. Sehingga orang tua merasa tidak puas dengan hasil diagnosis dari RS Gusit.

BACA JUGA: Bea Cukai Bisa Menambah Daftar Panjang Resesi

Foto : Keluarga Adriel Lahagu

Pada akhir 2019, orang tua Adriel memohon. Anaknya dirujuk ke RSUP Adam Malik di Medan. RSUP Adam Malik mendiagnosis Adriel terkena penyakit kanker yang berada di bagian kepala. Penanganannya butuh sumsum tulang belakang. Benar yang terasa didalam benak orang tua. Rupanya miris dialami pula. Stok sumsum tulang belakang tidak dimiliki oleh RS Adam Malik. Lantas Adriel diarahkan ke RSU USU Medan. Ada 10 kali bolak balik ke RSU USU. Tapi tidak jelas penanganannya. Hanya ratapan kesedihan dirasakan. Terlebih karena kondisi keuangan menipis. Lalu orang tuanya memutuskan kembali ke Nias Barat. Di kampung, Adriel dicoba diobati memakai bahan herbal. Hanya dengan cara demikian berusaha dilakukan demi kesembuhan. Belum ada jalan keluar terbaik untuk dijalani. Namun cukup terasa memilukan. Awal 2020, kondisi Adriel semakin parah kondisinya. Adriel mengalami demam tinggi, lemas dan mata sebelah kanan membengkak lebih besar dari sebelumnya. Barulah September 2020, kembali si Adriel dirujuk ke RSUP Adam Malik Medan. Hasil diagnosis dokter menyatakan. Pemberian sumsum tulang belakang tidak dimungkinkan lagi. Dikarenakan kanker yang dialaminya sudah stadium 4. Yang bisa dilakukan adalah kemoterapi. Kini sudah berjalan 2 kali. Rencananya hingga 8 kali.

BACA JUGA: Najwa Shihab Terkesan Provokasi, Antek Orde Baru?

Foto : Kondisi Adriel Lahagu

Penderitaan hidup terasa semakin berat. Tidak hanya Adriel yang menjadi tanggungan hidup. Anak kedua, bernama Devan, 1 tahun, juga menderita penyakit gatal kulit di sekujur tubuhnya. Sejak umur 3 bulan juga dalam perawatan dokter. Sehingga sungguh merasa lengkap sudah penderitaan. Bukan hanya memikirkan penyakit yang diderita kedua anaknya. Ama (ayah) Adriel (Fatouosa Lahagu) bekerja sebagai ASN di Nias Barat pun mengalami beragam masalah lainnya. Terbelit pembayaran kredit, akibat pinjaman pada 2018 silam. Pinjaman terpaksa dilakukan untuk biaya pengobatan sakit stroke di bagian wajahnya. Sementara ibundanya Adriel (Indah Lestari Gulo) hanya bekerja sebagai guru honor. Pendapatan yang diperoleh tidaklah seberapa. Menutup begitu banyak beban pengeluaran sangat berat. Terutama kebutuhan makanan, susu, biaya pengobatan, transportasi Nias – Medan, penginapan dan sebagainya tidak bisa tercukupi hanya mengandalkan dari gaji. Sangatlah membutuhkan bantuan kasih uluran tangan. Seandainya ada rekan, teman, saudara bisa membagi kasih rezeki, bisa mengirimkan donasinya via rek. 7237-01-009413533; BRI; a.n. Indah Lestari Gulo. Bisa memberikan konfirmasi ke Ama Adriel alias Fatouosa Lahagu di 085372111456. Terima kasih, uluran tangan kasih kalian sangat berarti. Kini saatnya berbagi. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?