President Director Waskita Terbang ke Abu Dhabi

0
297
Presiden Direktur Waskita Karya Terbang ke Abu Dhabi

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Kode Saham: WSKT) pada bulan April lalu telah menandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Masjid yang akan menjadi replika dari Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi ini dikerjakan Waskita selama 15 bulan dan akan selesai pada akhir bulan Agustus 2022.

Untuk lebih mengetahui detil bangunan Masjid Sheikh Zayed tersebut, President Director PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono terbang ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada awal Juni lalu.

BACA JUGA : Gubernur Banten Perpanjang WFH dan Melarang ASN Bepergian Keluar Daerah

Kunjungan ke Abu Dhabi ini merupakan undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi, UEA. Dalam kunjungannya ke Abu Dhabi, Destiawan yang didampingi oleh Vice President Building Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk Mas’udi Jauhari dan Project Manager Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Adriansyah Perdana.

“Sungguh ada kemegahan terasa begitu Kami menginjakkan kaki di masjid tersebut. Sheikh Zayed Grand Mosque ini didominasi warna putih, baik fasad, kubah sampai menaranya, putih semua. Ornamennya sungguh menakjubkan sekali,” lanjut Destiawan.

Destiawan menjelaskan bahwa ide pembangunan Sheikh Zayed Grand Mosque ini berasal dari pendiri UEA Sheikh Zayed Al Nahyan. Ketika itu, Sheikh Zayed memimpikan membuat rakyat UEA dari sebuah negara berkembang, tradisional, menjadi sebuah negara maju, modern. Setelah Sheikh Zayed wafat pada tahun 2004, proses pembangunan masjid dilanjutkan oleh putranya.

BACA JUGA : Kartu Kredit Pejabat Pertamina Dihapus, Ahok Memang Hebat  

“Penyelesaian proyek pembangunan masjid ini seperti yang Saya ketahui berada di bawah perintah langsung dari Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan yang merupakan Presiden Uni Emirat Arab dan di bawah pengawasan saudaranya Jenderal Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan sekaligus putra mahkota Abu Dhabi yang menjabat sebagai wakil Panglima Angkatan Bersenjata UEA,” terang Destiawan.

Untuk itulah, Destiawan merasa bangga bahwa Waskita bisa ditunjuk sebagai kontraktor untuk pembangunan masjid untuk kesekian kalinya. Apalagi saat ini Waskita ditunjuk untuk membangun replika Sheikh Zayed Grand Mosque di Solo, Jawa Tengah. Seperti diketahui, sebelumnya Waskita sempat menjadi kontraktor dari renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta dan renovasi Masjid Baiturrahman di Aceh.

BACA JUGA : Ferdinand Hutahaean ke JK : Provokatif dan Umat Bisa Saling Membenci

“Sungguh merupakan kebanggaan tersendiri bagi Saya dan Waskita khususnya menerima mandat untuk membangun replika masjid ini. Pembangunan ini nantinya harus sukses dan tepat waktu serta yang terpenting indah seperti yang di Abu Dhabi ini,” ucap Destiawan.

Nantinya untuk replika Sheikh Zayed Grand Mosque di Solo, Destiawan menuturkan luas bangunan 8.400 m2 dengan daya tampung hingga 12.000 jemaah dan juga memiliki luas area lanskap 24.600 m2 yang berfungsi sebagai lahan hijau. Sedangkan area parkir dan jalan seluas 3.500 m2 untuk jalan kendaraan serta area parkir bus, mobil, dan motor.

BACA JUGA : SBY Paksa AHY Capres, Demokrtat Semakin Mati Suri

“Replika Sheikh Zayed Grand Mosque di Solo yang dikerjakan Waskita direncanakan akan selesai pada akhir bulan Agustus 2022. Mohon doanya untuk kelancaran pembangunan masjid ini,” tutur Destiawan.

Masjid yang dibangun dengan hibah penuh dari UEA ini kelak bukan hanya menjadi tempat salat berjamaah, pusat kegiatan dakwah, sosial dan pembinaan umat, melainkan juga bakal menjadi destinasi wisata religi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesucian masjid.