Ade Armando Bahagia Deddy Corbuzer Kritik Pamer Kemewahan Atta, Bisa Timbulkan Kemarahan Kaum Miskin?

0
214
Kolasse Chanel Youtube Deddy Corbuzier dan Cokro TV

Jakarta, NAWACITAPOSTKritik  penggiat media sosial, Ade Armando dalam Chanel Youtube di Cokro TV, 10 April 2021. Terkait pamer kemewahan pasangan Atta  – Aurel  soal bulan madu ke Bali menggunakan pesawat jet pribadi (pamer kemewahan) disambut positif dalam chanel Youtube Deddy Corbuzier.

Baca Juga : Atta – Aurel Pamer Pesawat Pribadi, Bandingkan : Pemilik BCA Makan Tahu Pong Di Pinggir Jalan, Pemilik Facebook Gunakan Mobil Honda Jazz

KALI INI, dalam cuitan Chanel Youtube Cokro TV, 17 April 2021. Ade kembali menyebut Atta, Rafi Ahmad, dan lain-lain,  yang  gemar kemewahannya. Ade merasa bahagia Deddy Corbuzier dalam video Chanel Youtubenya memperluas jangkauan kritik dirinya ke Atta .

Terkait kritikannya ke Atta dkk yang gemar pamer kekayaannya, kata Ade, di Chanel Youtube Cokro TV sudah ditonton 1,2 juta orang, dan di Chanel Youtube Deddy sebanyak 2,4 Juta orang.

Penjelasan Dedi perlu didengar dan diperhatikan. Secara sederhana,  kata Ade, Deddy menjelaskan, bahwa jika menonton video Ade Armando setengah-setengah, maka Ade memang julid artinya mungkin nyebelin atau  nyinyir.

Bila, menontonnya secara utuh, maka yang diungkapkan Ade dalam videonya, bukan kekayaan seseorang, melainkan gaya hidup dalam memamerkan kekayaan yang disebarkan luaskan melalui sarana media sosial.

Ade pun menambahkan secara sederhana. Selama seseorang, termasuk artis mendapatkan kekayaan secara wajar, Artinya membayar pajak ke negara, itu tak masalah. Yang jadi persoalan, ketika kekayaannya diumbar dan dipamerkan dalam media sosial. Itu bisa menimbulkan masalah sosial.

Deddy ingin mengatakan bahwa pamer kekayaan, apalagi ditengah pandemi bisa menimbulkan kesenjangan sosial, dan masalah sosial serius. Bisa juga mengakibatkan kecemburan, ledakan kemarahan, timbulnya radikalisme dan efek negatif lainnya.

Kata Ade, Deddy pun mengutip ahli sosial. Pamer kekayaan bisa menimbulan kemarahan sosial, kaum miskin bisa marah. Bukan karena mereka miskin, melainkan kaum miskin itu menyaksikan pamer kekayaan yang dipertontonkan seseorang setiap hari. Yang tak bisa dijangkau kaum miskin.

Deddy pun mencontoh (menyebut) negara Kamboja kala itu, komunis membunuh kaum kaya,  karena kaya gemar pamer kekayaan (borjuis).  Soal ini,  Ade sepakat dengan Deddy.

Namun ketidak sepakatan Ade, ketika Deddy mencoba  dalam arti membela rekan-rekan sesama artis yang gemar kekayaannya. Untuk mencari nafkah di konten Youtube para artis.

Deddy pun menjelaskan, bahwa hal itu (pamer kemewahan) didasarkan pada penonton Indonesia yang gemar melihat kekayaan para artis. Lalu, kalau kontennya edukasi atau bermuatan pendidikan apakah penonton Indonesia suka? Tanya Deddy.

Soal pamer kekayaan, yang kata Deddy merupakan jualan konten Yutube para artis.  Ade tak setuju, karena secara etika pamer kekayaan, adalah salah.

Lalu, Deddy mencontohkan untuk mencapai 14 juta Subscriber , ia harus struggling. Disini Ade, menyatakan bahwa apa yang dilakukan Deddy,  itu bagus dan baik, karena tidak menonjolkan pamer kekayaan (kemewahan).