Kamis, 4 Juni 2026

Perkataan Trump Selalu Terbukti, Perang Dunia Ketiga Bisa Terjadi?

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Sabtu, 25 Juli 2020 | 12:46 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST-Ketika Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 Donald Trump berucap pada akhir 2017 akan memindahkan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Perkataannya benar terjadi, pada 14 Mei 2018 Yerusalem resmi sebagai ibukota Israel.

Baca Juga : Indonesia Bersama ASEAN Siap Hadapi Perang di Laut China Selatan


Ucapan Trump lainnya pada Mei 2020 bahwa AS akan keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), jika organisasi ini tak mau melakukan penelitian atau langkah-langkah nyata mengenai asal muasal covid 19 dari Wuhan – Tiongkok.

Negara yang saat berdirinya hingga saat ini sudah mempunyai 45 Presiden-kala ini-Trump Presidennya. Benar saja Juli 2020 AS keluar dari WHO. Alasannya WHO tak berbuat apa-apa dan menjadi bonekanya Tiongkok.

Kemudian pernyataan Presiden dari Partai Republik (baca format pemilihan Presiden Amerika Serikat melalui dua partai; Republik dan Demokrat) mengenai pembangunan tembok perbatasan negeri Paman Sam dan Meksiko sepanjang 3.218  Km dengan anggaran 25 triliun rupiah.

Itu dikatakan pada saat kampanye pilpres 2016.Terbukti saat ini temboknya sudah mencapai 1200 km.

Perkataan dari pemilik harta 44.000.000.000.000 (44 triliun) rupiah ini. Awal Juli 2020 sudah mengirim kapal induk dan pesawat pembom ke Laut China Selatan (LCS). Latihan perang disekitaran laut yang berkonflik pun digelar negara adidaya bersama sekutunya, Australia.

Ucapan orang nomor satu AS minggu ketiga Juli 2020 yang menyedot perhatian publik dunia terutama khususnya bagi Beijing adalah penutupan konsulat Tiongkok di Houston, dan seluruh negara bagian AS.

Tak tinggal diam Presiden Tiongkok Xi Jinping pun melakukan hal yang sama. Gelar latihan perang dilakukan pengerahan kapal induk, pesawat pembom, dan 3000 rudal sudah dimuntahkan di sebuah pulau yang dirahasiakan petinggi militer Beijing dan ribuan jumlah tentara dari berbagai matra dilibatkan.

Peralatan Perang Amerika Serikat (Kiri) dan Tiongkok (Kanan)

Berebut laut di Natuna atau LCS  antara Trump versus  Xi Jinping ternyata jalur LCS ini perdagangan globalnya mencapai 3,4 triliun dolar Amerika Serikat. Itu dari sisi ekonomi, sedangkan dari segi Geopolitik atau kehormatan politik Internasional Negeri Panda Vs Negeri Paman Sam ingin berebut pengaruh di dunia, terutama sekitaran negara–negara LCS seperti Indonesia yang punya hak penuh sebagai pemilik sah LCS sejak 1982 diakui PBB, lalu Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, Laos dan Kamboja.

Pertanyaannya, apakah perkataan Trump dengan mengerahkan kapal induk, dan alusista milter lainnya ke LCS terjadi perang dunia ketiga? Seperti perkataan Trump yang selalu terbukti mulai Yerusalem, Tembok, dan WHO serta Konsulat.

Teorinya jika Kapal Induk plus alusista milter bersandar dan berlabuh di suatu wilayah yang diperebutkan. Kemungkinanya ada dua; Perang bisa terjadi, jika tidak berarti harus ada kompensasi yang diberikan berupa ekonomi.

 

 

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB