Baca Juga : Negara Butuh Jenderal Pancasilais dan Loyalis, Andika Perkasa Sosok yang Ideal
Dokumen resmi itu kini mampu diemban Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Hanya dalam hitungan tak sampai tiga minggu. Konsolidasi dilakukan Andika. Secara internal dua (2) kunjungan ke TNI AL. Pertama di Mabesal TNI Cilangkap Jakarta Timur dan Kedua di Pangkalan TNI AL Surabaya.
Baca Juga : Dilantik Presiden Jokowi Sebagai Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa : TNI Adalah Kita
Sebelumnya santer terdengar kabar, bahwa KSAL TNI Laksamana Yudo Margono secara urutan menjadi TNI, selain Andika dari TNI AD. Goncang-gancing itu, mampu diselesaikan dengan baik paska mantan KSAD dilantik sebagai Panglima TNI.
Baca Juga : Kunjungan Pertama, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Orientasi di Mabesal Cilangkap
Teranyar, perwira menengah disemprot Andika karena saat mengikuti rapat penting, bermain HP. Menantu Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono marah besar, dan meminta atasan sang Kolonel, yaitu Pangdam Cendrawasih untuk melihat ulah anak buahnya tersebut.
Baca Juga : Bikin Geram! Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Tegur Kasrem Merauke Yang Main Handphone Saat Zoom Meeting
Tak sampai disitu. Tampilnya Andika Perkasa, membuat Cina negara besar. Secara tak langsung gusar. Andika tak pernah ciut. Ia Jenderal loyal pada titah Presiden dan UUD 1945 khususnya pada preambule atau pembukaan, Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Pembukaan UUD 1945 ini menegaskan bentuk penjajahan era modern, masih adanya klaim sepihak di kawasan yang subur secara kapital ekonominya. Blok Natuna yang merupakan wilayah Indonesia, sumber minyak dan gas bumi. Cina mengklaim sepihak hanya didasarkan Nine Dash Line (Garis putus-putus) yang dibuat negaranya, tanpa melibatkan lembaga resmi PBB.
Negeri Tirai Bambu itu melakukan protes diplomatik secara resmi, yang ditujukan ke Kemenlu RI. Terlepas dari surat pemerintah Cina ke Pemerintah Indonesia (Kemenlu). Jika Cina melakukan agresi militer, maka Andika tak segan-segan akan menghadapinya dengan kekuatan penuh.
Sementara keamanan secara internal. Panglima TNI, dan KSAD dan dua matra lainnya siap membantu Polri dalam mengamankan negara dari rongrongan atau gangguan dari kaum radikalisme.
Sehingga keamanan negara yang terjamin bagi rakyatnya. Membuat Presiden Jokowi leluasa dan cepat membangun Indonesia dari pinggiran secara cepat.