Baca Juga : KSAD Jenderal Andika Perkasa Diprediksi Calon Kuat Panglima TNI, Ini Alasannya
Ketika mengantar mitranya dari komisi 1 DPR yang dipimpin Meutya Hafid. Andika enggan menjawab jurnalis terkait tugas barunya sebagai panglima TNI. Dengan sopan menantu Hendro Priyono hanya mengatakan. "Nanti ya, saya belum serah terima." Artinya Andika masih menghormati Marsekal Hadi Tjahjanto dalam hitungan jam ini memang masih sebagai panglima TNI.
Itu menunjukan sikap dan etika yang selalu dijunjung tinggi Andika Perkasa dalam tugas dan pengabdiannya kepada negara.
Lebih dari itu. KSAD ke-32 itu kental dan melekat jiwa pancasilais dan loyalis kepada Presiden. Terbukti, ketika ditanya jurnalis siapa pengganti dirinya. Andika menjawab itu kewenangan penuh dari panglima tertinggi TNI (Presiden).
Selain pernah dekat dengan tugas pengamanan presiden sebagai Komandan Paspampres. Lulusan Akmil 1987 pengalaman dalam dunia intelejen. Itu dibuktikan dengan prestasi operasi militer menangkap tangan kanan Osama Bin Laden, Omar al-Faruq, pada tahun 2002.
Suami dari Diah Erwiany dikenal anti radikalisme dan intoleransi. Setiap aksi yang menyulut ke arah itu, pasti dihadapinya tanpa ampun.
Kabar berhembus. Pencopotan baliho Rizieq Shihab. Walaupun dilakukan Pangdam Jaya kala itu Mayjen Dudung Abdurachman. Itu juga diback up penuh KSAD Andika Perkasa.
Soal bersinergi dengan kepolisian. Terbukti saat peristiwa penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Andika sebagai KSAD langsung melakukan tindakan hukum terukur kepada pihak-pihak dari oknum TNI AD. Kepada para korban dijenguk, dan kantor Polsek yang rusak diganti dengan semula.