Jakarta, NAWACITApost.com - Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat Pimpinan Moeldoko Saiful Huda Ems mengajukan beberapa pertanyan kepada trio Cikeas, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Pertanyaan pertama, apakah terdapat aturan perundang-undangan yang menyebutkan partai politik boleh didirikan hanya dua orang. Satu orang sudah meninggal, sementara satu lagi sama sekali tidak memiliki peran dalam pendirian partai tersebut.
"Apalagi aslinya orang atau keluarga itu bukanlah pendiri partai tersebut, kalau bukan hanya ada di Partai Demokrat pimpinan AHY, adiknya sendiri Ibas (EBY), dan bapaknya sendiri SBY," kata Saiful.
Pertanyaan kedua, apakah dibenarkan sesorang secara sepihak dan diam-diam mengangkat dirinya sendiri sebagai ketua umum partai politik. Kemudian mengukuhkannya sendiri melalui kongres luar biasa (KLB), dengan alasan itu sebagai keputusan Presidium DPP Partai.
Pertanyaan ketiga, apakah di dunia ini terdapat seorang presiden yang masih menjabat memaksakan dirinya untuk menjadi ketua umum partai, sekaligus ketua dewan pembina partai, serta mengangkat anaknya sendiri sebagai sekretaris jenderal partai.
Pertanyaan keempat, adakah di alam semesta ini, ketua umum partai dan wakil ketua umum partai, serta ketua fraksi dan ketua Banggar DPR dijabat anaknya sendiri, dan Ketua Majelis Tinggi Partai dijabat oleh bapaknya sendiri. "Kalau ada contohnya di negara lain, bahkan di negara fasis dan komunis sekalipun di dunia ini, mohon beri tahukan pada kami," kata Saiful.
Terakhir, Saiful juga menyoroti soal pungutan liar Partai Demokrat. Ia menanyakan, adakah di seluruh dunia ini, setoran dari para pengurus dan kader partai dari daerah-daerah yang diwajibkan setor ke DPP tidak mau dipertanggungjawabkan oleh ketua umum partai. "Jika ada contoh lainnya mohon beri tahu kami, bahkan bila perlu jika ada di negara zaman purba sekalipun!" sambung dia.