Megawati Soekarnoputri : Apa Sumbangsih Milenial Terhadap Negara Ini ?

0
256
Megawati Soekarnoputri : Apa Sumbangsih Milenial Terhadap Negara Ini ?

Jakarta, NAWACITAPOST- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mempertanyakan peran dan sumbangsih generasi milenial terhadap negara selain berunjuk rasa seperti yang dilakukan mahasiswa beberapa pekan terakhir. Megawati menyampaikan hal ini dalam acara peresmian kantor DPP PDIP secara virtual, Rabu (28/10).

Dia mempertanyakan. ” Apa sumbangsih generasi milenial untuk bangsa dan negara ini? Masa hanya demo saja? Nanti saja di-bully, saya enggak peduli. Yang mau demo-demo, ngapain sih kamu demo-demo? Kalau enggak cocok pergi ke DPR, di sana ada yang namanya rapat dengar pendapat, itu untuk terbuka bagi aspirasi kalian,” ucap Megawati.

Dia juga menyinggung aksi demonstrasi yang terjadi beberapa pekan terakhir sejak Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan DPR. Demo itu notabene digerakkan oleh kalangan mahasiswa di berbagai daerah. Demonstrasi di Jakarta yang berujung kericuhan dan perusakan fasilitas umum itu disorot Megawati. Dia menekankan bahwa demo memang boleh dilakukan, tetapi ada batasannya.

Baca Juga : UU Ciptaker Berpihak kepada Masyarakat dan Mudahkan Pendirian Usaha

“Adakah aturannya bahwa demonstrasi itu untuk merusak? Enggak ada. Kalau ada orang bilang ‘ada bu’, mana dia? Sini, kasih tau sama saya,” lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa ada tempat yang lebih baik jika ingin menyampaikan aspirasi, yakni di DPR. Apabila ada kebijakan pemerintah yang kurang baik, lanjutnya, semua kalangan bisa menyampaikan lewat DPR ketimbang demonstrasi.

Presiden Indonesia yang kelima ini mengaku sudah meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak terlalu memanjakan anak muda saat ini yang kerap disebut sebagai generasi milenial. Lebih baik generasi milenial menunjukkan terlebih dahulu sumbangsihnya terhadap kemajuan negara di masa kini.

Masih dalam kesempatan yang sama, Megawati juga mengaku kesal hingga saat ini masih dituduh sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Selama ini tidak pernah ada bukti bahwa dirinya terkait dengan PKI. Terlebih, dirinya pernah menjadi anggota DPR di zaman pemerintahan Orde Baru.